Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Artikel/Opini/Ketika Ayah Mengambil Rapor, Gerakan Kecil dengan Dampak Besar bagi Masa Depan Anak
OpiniPendidikan

Ketika Ayah Mengambil Rapor, Gerakan Kecil dengan Dampak Besar bagi Masa Depan Anak

By admin_kartini
Desember 24, 2025
0

KARTINI– Pengambilan rapor anak di sekolah selama ini kerap dianggap rutinitas administratif semata. Namun, melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah/Madrasah, makna kegiatan tersebut diperluas menjadi bagian penting dari pembangunan keluarga dan perlindungan anak.

Gerakan ini secara resmi ditegaskan melalui Surat Edaran Nomor 181/PK.01.01/KESRA, tertanggal 17 Desember 2025, yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat dan ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Opini ini berdasar pada kebijakan tersebut, yang mengajak seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah—mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah—untuk hadir langsung mengambil rapor anak pada waktu penerimaan rapor di akhir semester, mulai bulan Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah atau madrasah.

Kebijakan ini bukan tanpa dasar. Surat edaran tersebut merujuk pada berbagai regulasi penting, antara lain Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Ketahanan Keluarga dan Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Artinya, kehadiran ayah dalam pendidikan anak dipandang sebagai bagian dari upaya sistematis membangun keluarga yang kuat dan berdaya.

Tujuan utama gerakan ini adalah mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses pendidikan anak. Ayah tidak hanya diminta hadir secara fisik, tetapi juga berperan dalam memperhatikan, membimbing, memotivasi perkembangan belajar, serta mengapresiasi hasil pembelajaran anak. Lebih dari itu, ayah diharapkan menjalin komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dengan pihak sekolah terkait perkembangan afektif, kognitif, psikomotor, serta fisik dan mental anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Menariknya, dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan bahwa ayah yang mengikuti gerakan ini dapat diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja, sesuai ketentuan instansi atau kantor masing-masing. Hal ini menunjukkan keberpihakan negara terhadap peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Seperti halnya yang terjadi di SMK Negeri I Kuningan yang melaksanakan pembagian raport pada Rabu (24/12/2025), sebagian yang hadir masih didominasi oleh ibu, walau ada penambahan kehadiran ayah. Pada akhirnya, gerakan ayah mengambil rapor bukan sekadar soal siapa yang datang ke sekolah, melainkan tentang kehadiran ayah sebagai figur pendamping, pendengar, dan penyemangat bagi anak. Sebab, di balik angka-angka dalam rapor, ada kebutuhan anak akan perhatian dan pengakuan—dan kehadiran ayah sering kali menjadi nilai paling bermakna yang tak tertulis di lembar penilaian mana pun. (vr)

Tags:

AyahRaportSurat Edaran
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

BPS Kuningan Gelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Libatkan Forkopimda dan Ormas

Next

PBSS SMP IT Miftattholibin Raih Kontingen Terbaik di Cirebon Mentereng Championship 2025

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho