Puisi Vera Verawati
Buku Harian Tukang Becak Wajah-wajah lelah Tertidur di siang garang Tidak terhitung dikayuhnya harapan Menembus wajah kota yang kian tidak ramah Menyaksi deru mewah berkaki empat Tubuh rentanya berulang nyaris … Read More
Buku Harian Tukang Becak Wajah-wajah lelah Tertidur di siang garang Tidak terhitung dikayuhnya harapan Menembus wajah kota yang kian tidak ramah Menyaksi deru mewah berkaki empat Tubuh rentanya berulang nyaris … Read More
Tumbuh Mekar Rumah SastraKarya : Dzakwan Ali aku bercumbu di ruang yang sepi menuang harsa membebaskan jiwa bukan tentang deretan aksara tanpa makna namun marwah sastra bersemi di halaman pustaka … Read More
KARTINI (Cerpen) – Kabut turun perlahan dari lereng Gunung Ciremai ketika matahari baru saja menampakkan semburat keemasannya. Kabupaten Kuningan bangun dengan caranya sendiri; suara ayam bersahutan dari kampung-kampung, embusan angin … Read More
Doa Sebelum Kata Aksaraku telah merekam jejak,khawatir dalam jiwa merebak. Adakah barisan kataku,bersih dalam makna? Ataukah berselimutpekatyang menyengat? Rabb, pada-Muampunankumohonkan. Maafkan hilapyang lahirsebelumsempat kutimbang. Bimbing jemarikuagar tak mengukir kesubhatan. Putihkanbait-baitkudari … Read More
Sepasang netra mengeja nodaSedangkan kalbu ratapi rasaBerlipat luput menampar mulutAdakah esok lisanmu menari lembut Duhai jiwa,Bisikanlah kegaduhan inderaTentang tatap yang khianati harapTentang dengar yang tutupi benarTentang kata yang ciptakan lara … Read More
KARTINI (Prosa) – Nyaris dua tahun, tidak pernah lagi kau temui. Lampu-lampu jalan tertawa, dia sedang mengejekmu yang memilih terus berdiri memegang payung di ujung persimpangan, dan menunggunya membawa kabar … Read More
KARTINI (Prosa) – Ada cinta yang tidak terlahir dari pelataran dipenuhi kilau permata, tumbuh dari tanah gersang, dipahat oleh peluh dan air mata. Adalah sepasang jelata yang fasih mengeja arti … Read More
Puisi ditulis oleh : Vera Verawati (Ketua TBM Pondok Kata Rz dan Penulis) ayat-ayat memantul di dinding kamar wajah lugu bertarung dengan takdir bertanya jiwa di mana ayah bunda tubuh … Read More
Ditulis oleh : Vera Verawati Senja turun perlahan, entah kenapa hujan seperti tangis bidadari yang kehilangan selendang. Sedari pagi hingga petang terus menderas, lantai bumi yang dingin menggenapi sepi yang … Read More
Oleh Vera Verawati Ramadan datang seperti angin yang mengetuk pelan jendela kenangan. Di antara gema takbir yang berpendar dari langit-langit musala, Nadhira berdiri bagai sebatang lilin kecil di tengah samuda … Read More