Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Petani Jadi Garda Terdepan Pengendalian OPT, Diskatan Kuningan Dorong PHT Berbasis Kebersamaan Hamparan
BeritaSosial Ekonomi

Petani Jadi Garda Terdepan Pengendalian OPT, Diskatan Kuningan Dorong PHT Berbasis Kebersamaan Hamparan

By admin_kartini
Januari 22, 2026
0

KARTINI (Kuningan)-  Upaya menjaga keberlanjutan produksi padi di Kabupaten Kuningan terus diperkuat melalui keterlibatan aktif petani dalam Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian hama dan penyakit padi sangat ditentukan oleh kebersamaan petani dalam satu hamparan serta penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Gerdal OPT yang dilaksanakan Diskatan Kuningan pada Rabu (21/1/2026) di sejumlah kecamatan. Salah satu kegiatan berlangsung di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, dengan fokus pengendalian hama tikus pada lahan sawah sekitar 10 hektare yang dikelola Kelompok Tani Gempol I.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir langsung di lokasi, menyampaikan bahwa pengendalian organisme pengganggu tanaman tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau petugas teknis semata. Menurutnya, petani merupakan aktor utama yang menentukan keberhasilan pengendalian di lapangan.

“Petani adalah garda terdepan. Tanpa kekompakan dan kesadaran bersama dalam satu hamparan, pengendalian hama tidak akan optimal. Karena itu, pendekatan PHT yang mengombinasikan berbagai metode ramah lingkungan harus menjadi kebiasaan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus sebaiknya dimulai sejak pra tanam melalui gropyokan serentak, perusakan sarang, serta pengelolaan lingkungan sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak hama. Diskatan juga mendorong pemanfaatan musuh alami, seperti burung hantu, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Selain di Cipicung, penerapan prinsip PHT juga dilakukan pada enam lokasi lainnya yang menghadapi ancaman penyakit blas, hawar daun bakteri (BLB), dan penggerek batang padi. Kegiatan tersebut tersebar di Kecamatan Karangkancana, Ciwaru, Hantara, Luragung, Cibingbin, dan Cibeureum dengan luas penanganan puluhan hektare sawah.

Seluruh kegiatan pengendalian dilaksanakan secara terkoordinasi oleh UPTD Brigade Proteksi, UPTD KPP wilayah setempat, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta petani. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian hasil panen sekaligus menjaga kesehatan lingkungan pertanian.

Di sela kegiatan, Kepala Diskatan juga berdialog langsung dengan petani untuk menyerap aspirasi dan kondisi lapangan. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah pengendalian yang sesuai dengan kebutuhan nyata petani.

Melalui pelibatan aktif petani dan penguatan PHT berbasis kebersamaan hamparan, Diskatan Kabupaten Kuningan optimistis ancaman OPT dapat dikendalikan secara berkelanjutan, sehingga produktivitas padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (vr)

Tags:

BLBPHTUPTD
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bappeda Kuningan Dorong Pengembangan SDM sebagai Kunci Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan

Next

Terkesan Dingin, Inilah Sisi Istimewa Pria Introvert sebagai Teman dan Pasangan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho