Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Jembatan Belum Rampung, Material Hanyut, Bencana atau Kelengahan Proyek?
Berita

Jembatan Belum Rampung, Material Hanyut, Bencana atau Kelengahan Proyek?

By admin_kartini
Maret 30, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Insiden hanyutnya material pembangunan Jembatan Cipedak di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Minggu (29/03/2026), memunculkan pertanyaan lebih dalam, sejauh mana kesiapan proyek infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi?

Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kuningan sejak Sabtu (28/03/2026) memang di luar kebiasaan. Debit Sungai Cijemit bahkan dilaporkan mencapai ketinggian hingga 8 meter—angka yang disebut sebagai yang pertama dalam empat tahun terakhir. Namun, di tengah kondisi tersebut, fakta bahwa material besi jembatan yang belum terpasang permanen bisa terseret arus menimbulkan sorotan terhadap manajemen risiko proyek.

Bupati Dian Rachmat Yanuar yang turun langsung ke lokasi bersama Sekda dan jajaran teknis mengakui kejadian ini sebagai peristiwa luar biasa. Meski begitu, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran publik mengenai aspek mitigasi dalam pelaksanaan pembangunan.

“Ini kejadian luar biasa yang tidak terduga,” ujarnya.

Di sisi lain, proyek jembatan ini bukan sekadar pembangunan biasa. Ia menjadi akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah seperti Ciniru, Gunungmanik, Pinara hingga Cipedak. Ketergantungan masyarakat terhadap jalur ini seharusnya diimbangi dengan perencanaan matang, termasuk skenario menghadapi lonjakan debit sungai.

Upaya pemerintah daerah untuk memanfaatkan kembali material yang hanyut memang patut diapresiasi. Namun, langkah tersebut juga menandakan adanya potensi kerugian—baik dari sisi anggaran maupun waktu. Terlebih, satu dari lima bagian material dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat dan kemungkinan harus diganti.

Kepala Bidang Bina Marga menyebut bahwa secara umum struktur utama seperti abutmen masih dalam kondisi aman. Akan tetapi, hilangnya pilar tengah jembatan menjadi tantangan serius yang memaksa perubahan metode kerja di lapangan, sekaligus menyebabkan mundurnya target penyelesaian sekitar tiga minggu.

Situasi ini memperlihatkan bahwa faktor cuaca tidak lagi bisa dianggap sebagai variabel sekunder dalam proyek infrastruktur. Perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem seharusnya sudah menjadi bagian utama dalam perencanaan teknis, termasuk pengamanan material konstruksi di area rawan seperti bantaran sungai.

Instruksi Bupati untuk segera membangun jembatan sementara menjadi solusi jangka pendek yang mendesak, terutama untuk menjaga mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Namun, ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek menjadi hal yang tak terhindarkan.

Peristiwa di Cijemit bukan sekadar bencana alam, tetapi juga pengingat bahwa ketahanan infrastruktur tidak hanya diuji saat selesai dibangun, melainkan sejak proses pengerjaannya dimulai. (vr)

Tags:

Bina Margabupati kuninganDesa CijemitJembatan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Wabup Tuti Andriani Soroti Peran Warga dalam Cegah Banjir Saat Tinjau Kadugede

a woman in a white outfit playing chess on a giant chessboard
Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho