Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Lawan Inflasi dari Dapur, Perempuan Kuningan Disulap Jadi ‘Pahlawan Ekonomi’ Lewat Pekarangan
BeritaSosial Ekonomi

Lawan Inflasi dari Dapur, Perempuan Kuningan Disulap Jadi ‘Pahlawan Ekonomi’ Lewat Pekarangan

By admin_kartini
April 15, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang seringkali mencekik anggaran rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Kuningan menawarkan solusi jitu yang dimulai dari depan pintu rumah, Optimalisasi Lahan Pekarangan.

Dalam dialog strategis bersama Fatayat NU di Teras Pendopo, Sabtu (11/4/2026), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengungkapkan bahwa peran perempuan kini bergeser bukan sekadar konsumen, melainkan produsen pangan yang mandiri.

Wahyu menekankan bahwa keterbatasan lahan bukan lagi alasan untuk tidak produktif. Melalui teknik vertikultur serta penggunaan pot dan polybag, pekarangan rumah dapat disulap menjadi “minimarket mandiri” yang menyediakan sayuran segar, tanaman obat, hingga komoditas hortikultura.

“Tidak perlu lahan luas. Dengan pendekatan sederhana namun konsisten, pekarangan bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menekan pengeluaran belanja harian secara signifikan,” ujar Wahyu di hadapan para kader Fatayat NU.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa gerakan ini memiliki dampak ganda (double impact). Selain mengamankan ketersediaan pangan sehat di meja makan, hasil panen dari pekarangan juga memiliki nilai ekonomi.

  • Sisi Efisiensi: Mengurangi ketergantungan belanja pasar untuk kebutuhan dasar seperti cabai, sayur-mayur, dan bumbu dapur.
  • Sisi Profit: Membuka peluang usaha mikro melalui penjualan hasil panen berlebih atau produk olahan skala rumah tangga.

“Perempuan adalah manajer keuangan keluarga. Saat mereka mampu mengelola pekarangan secara produktif, mereka sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan ekonomi dari risiko kenaikan harga pangan,” tegasnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Wahyu mendorong organisasi perempuan seperti Fatayat NU, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Dasawisma untuk bergerak secara kolektif. Menurutnya, ketahanan pangan daerah akan jauh lebih stabil jika fondasinya dibangun dari kemandirian unit terkecil, yaitu keluarga.

Apresiasi tinggi diberikan kepada Fatayat NU yang dinilai proaktif dalam memberdayakan anggotanya. Diskatan Kuningan berharap, langkah ini menjadi pemicu munculnya “Desa Mandiri Pangan” baru di wilayah Kuningan yang digerakkan oleh tangan-tangan kreatif para perempuan.

“Dari sejengkal tanah di pekarangan, kita sebenarnya sedang membangun kedaulatan pangan daerah dan memperkuat ekonomi nasional,” pungkas Wahyu. (vr)

Tags:

Fatayat NUKadiskatan KuninganPanganPerempuan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bentengi Produksi Padi, Petani dan Pemkab Kuningan Serbu Sarang Tikus di Desa Bakom

Next

Bidik Kawasan Ciremai, Bupati Kuningan Akselerasi Proyek Strategis di Musrenbang Jabar 2027

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho