Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Satu Puntung Rokok Bisa Hanguskan Hutan, Pendaki Gunung Ciremai Diwanti-wanti Jelang HUT RI ke-81
BeritaSosial Ekonomi

Satu Puntung Rokok Bisa Hanguskan Hutan, Pendaki Gunung Ciremai Diwanti-wanti Jelang HUT RI ke-81

By admin_kartini
Agustus 5, 2026
0

KARTINI (Kuningan) — Lonjakan tradisi pendakian Gunung Ciremai menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mendatangkan ancaman serius bagi kelestarian alam. Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan memicu sinyal siaga satu guna mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan konservasi tersebut.

Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Karhutla Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemda Kabupaten Kuningan, Rabu (5/8/2026). Bupati menegaskan, kecerobohan kecil saat berada di gunung bisa berdampak fatal pada ekosistem yang dibangun selama puluhan tahun.

“Satu puntung rokok saja bisa menghanguskan ratusan hektare hutan. Pohon yang tumbuh puluhan tahun bisa musnah hanya karena kelalaian sesaat. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pendaki, ikut bertanggung jawab,” ujar Bupati Dian.

Musim kemarau yang bertepatan dengan momen perayaan kemerdekaan kerap diwarnai tingginya aktivitas di alam bebas. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Kuningan berkolaborasi lintas sektor—melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Perhutani, TNI-Polri, hingga komunitas relawan—untuk menperketat pengawasan.

Para pendaki dan pecinta alam diimbau secara tegas untuk tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di jalur pendakian, memastikan api unggun benar-benar padam sebelum meninggalkan area perkemahan dan dilarang keras membuka lahan atau menyalakan api tanpa pengawasan.

Tak sekadar imbauan persuasif, aparat kepolisian memastikan akan menyapu bersih pelanggaran hukum yang disengaja. Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., menegaskan personelnya telah disiagakan tidak hanya untuk mitigasi dan pemadaman, tetapi juga penegakan hukum.

“Kami siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian Karhutla. Pihak yang terbukti sengaja membakar akan ditindak tegas sesuai ketentuan berlaku,” kata Kapolres Bellen.

Sebagai kawasan konservasi penyangga kehidupan, Gunung Ciremai memegang peranan krusial sebagai penyimpan cadangan air dan rumah bagi keanekaragaman hayati Jawa Barat. Melalui apel konsolidasi personel dan kesiapan sarana-prasarana ini, pemerintah berharap para pendaki yang merayakan HUT RI ke-81 di puncak Ciremai dapat memperlakukan alam secara bijak.

“Alam sebetulnya tidak pernah meminta untuk kita miliki, tetapi selalu meminta untuk kita jaga. Hutan yang kita selamatkan hari ini adalah napas bagi anak cucu kita di masa depan,” tutup Bupati Dian. (vr)**

Tags:

Bencanabupati kuninganHutanKebakaranSiaga
Author

admin_kartini

Other Articles
hand holding wallet with cards
Previous

Quotes Hari Ini

Next

Resmikan Program KATANA, Bupati Kuningan Tekankan Kesadaran Warga Kunci Utama Mitigasi Bencana

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho