Buka Kuningan Kopi Festival 2026, Bupati Dian Tegaskan Kopi Harus Jadi Pengungkit Ekonomi dan Kesejahteraan Petani
KARTINI (Kuningan)— Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan semakin semarak dengan dibukanya Kuningan Kopi Festival 2026 (Ciremai Coffee Culture Festival) di Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, yang berlangsung pada 4–6 September 2026. Ajang pameran yang memfasilitasi 75 stan UMKM ini difokuskan sebagai momentum penguatan ekosistem komoditas kopi lokal dari hulu hingga hilir.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa festival ini tidak boleh berhenti sebagai ajang seremonial semata, melainkan menjadi titik balik pengembangan komoditas unggulan daerah. Berdasarkan data Pemkab Kuningan, produksi kopi Kuningan melonjak signifikan dari 775 ton pada 2023 menjadi 1.236 ton dalam setahun terakhir, didukung potensi lahan mencapai 1.500 hektare yang tersebar untuk varietas Robusta, Arabika, dan Liberika.

“Kopi bukan lagi komoditas kecil atau tanpa masa depan. Kita pernah mendapat permintaan ekspor hingga 30 ton Arabika dari buyer internasional, namun terkendala kapasitas. Ini PR kita bersama untuk membangun ekosistem yang menjamin kuantitas, kontinuitas, dan mutu. Namun yang terpenting, tingginya harga kopi di pasar harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani,” tegas Bupati Dian.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Renganis, menyampaikan komitmennya dalam melakukan pendampingan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai yang menaungi wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka. BI bahkan telah memboyong produk kopi lokal Kuningan ke panggung internasional pada ajang World of Coffee di Bangkok.

“Potensi kopi di Kuningan luar biasa untuk kita dorong menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan. Pendampingan dilakukan dari hulu ke hilir, baik mutu budidaya hingga promosi di tingkat global,” ungkap Wihujeng.
Sebagai langkah konkret perlindungan hukum dan penguatan karakter produk, agenda pembukaan festival diwarnai dengan penandatanganan SK MPIG secara bersama oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan Bank Indonesia.
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, AP., M.Si., menambahkan bahwa selama tiga hari pelaksanaan, festival ini diisi dengan business matching, klinik kemasan dan legalitas UMKM, sarasehan, workshop roasting, hingga kompetisi barista. Langkah ini mendapat apresiasi positif dari para pelaku usaha lokal, salah satunya Bugi dari Kenandra Kopi, yang menilai festival ini efektif membangun jejaring bisnis antarpetani, roaster, dan pengusaha kafe.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekda Kuningan U. Kusmana, Wali Kota Cirebon, Wali Kota Banjar, jajaran Kunci Bersama, pimpinan BJB, Aqua, ASDP, perwakilan APEKI, serta elemen Forkopimda dan instansi vertikal lainnya. (vr)**