Didukung Kemendikdasmen, TBM Pustaka Redila Gelar Saujana Literasi Sesi 3 untuk Penyandang Disabilitas
KARTINI (Kuningan) – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Pustaka Redila yang berlokasi di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, menggelar kegiatan Saujana Literasi Sesi 3 bertajuk “Rembuk Literasi Inklusif: Menciptakan Suasana Pemelajar Sepanjang Hayat Yang Berkelanjutan dan Ramah Disabilitas”, Sabtu (12/9/2026) bertempat di aula Kantor Kecamatan Nusaherang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Nusaherang ini merupakan bentuk realisasi program bantuan pemerintah (Banpem) Bantuan Komunitas Literasi (Komlit) dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Tahun 2026.
Sebanyak 42 peserta yang terdiri dari anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) beserta para pendampingnya hadir dan mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh antusias.

Hadir dalam acara tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Tita Rosita, Bidang PAUD dan Dikmas, Camat Nusaherang Didin Rasidin, S.E., A.Kp., M.M., Vera Verawati, Ketua Forum TBM Kuningan serta Narasumber Budi Hidayah, S.Sos. (Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia / PERTUNI Kabupaten Kuningan) dengan moderator Mochamad Satria Yasmara Putra (Ketua Paguyuban Duta Baca Kab. Kuningan 2026–2028).
Dalam pemaparannya, Narasumber Budi Hidayah, S.Sos. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya ruang literasi ramah disabilitas ini.
“Literasi adalah hak semua orang tanpa terkecuali. Kegiatan ini memberi ruang yang sangat berharga bagi teman-teman disabilitas untuk terus belajar, percaya diri, dan berkembang dalam lingkungan yang inklusif,” ujar Budi Hidayah.
Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Nusaherang, Didin Rasidin, S.E., A.Kp., M.M. Ia menyambut baik inisiatif TBM Pustaka Redila yang merangkul anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Nusaherang.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah TBM Rumah Baca Pustaka Redila. Program ini tidak hanya membangun budaya baca, tetapi juga menghadirkan kesetaraan dan kepedulian nyata bagi warganya, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkap Camat Nusaherang.
Sementara itu, Bidang Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Tita Rosita, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan inklusif di daerah.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan sangat mengapresiasi sinergi antara TBM, Badan Bahasa Kemendikdasmen, dan masyarakat. Langkah inklusif seperti ini patut ditiru dan diperluas agar seluruh anak di Kuningan mendapatkan akses pembelajaran yang setara,” kata Tita Rosita.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua TBM Rumah Baca Pustaka Redila, Tety Triana, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian ke-3 dari 4 sesi program Saujana Literasi. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta dan lingkungan sekitar.
“Kami berharap melalui Rembuk Literasi Inklusif ini, masyarakat semakin terbuka dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang ramah disabilitas. Semoga anak-anak kita semakin percaya diri dan terus semangat menjadi pemelajar sepanjang hayat,” tutur Tety Triana.
Sebagai bentuk komitmen nyata, TBM Rumah Baca Pustaka Redila menegaskan akan terus konsisten membuka akses literasi seluas-luasnya tanpa membeda-bedakan latar belakang peserta didik. Tidak hanya berhenti pada sesi ke-3 ini, TBM Pustaka Redila berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh rangkaian program Saujana Literasi hingga sesi terakhir, serta terus memfasilitasi program-program lanjutan yang berkesinambungan guna mewujudkan ruang baca yang inklusif, ramah anak, dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kuningan. (vr)**