KARTINI (Kuningan) – Akibat meluasnya areal kawasan Ciremai Gunung Ciremai yang dialap si jago merah, seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai pada Sabtu, 12 September 2026, masih ditutup, dan hingga waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan pantauan www.kartinikuningan.com, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya penutupan jalur pendakian. Mereka banyak yang mencoba naik ke beberapa jalur, seperti jalur Apuy dan Saderehe Majalengka, Palutungan Kuningan. Akan tetapi, mereka tidak bisa meneruskan perjalanan karena petugas di pos pendakian tidak memperbolehkan mereka meneruskan perjalanan.
Sementara itu, kebakaran Ciremai sendiri pertama kali terdeteksi Senin (7/9/2026) di kawasan Cileutik lalu merembet ke Blok, Panjakroma, jalan Maling dan Blok Karang Dinding, api pun terus meluap hingga puluhan hektar dalam waktu sekejap.
Berdasarkan update data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, tercatat seluas 40 Hektar kawasan hutan TNGC terbakar. Menyusul kebakaran sebelumnya di kawasan TNGC Blok Cirendang Desa Padabenghar, Kecamatan Pasawahan, pada tanggal 21 Juli 2026. Luas lahan yang terbakar sekitar 30 Hektar.
Meski sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Asap masih terlihat di beberapa lokasi yang mengindikasikan adanya titik api yang belum benar-benar padam. (kh) ***