Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Mengetuk Pintu Langit di Kaki Gunung, Pemkab dan Masyarakat Kuningan Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang
BeritaPolitik & Pemerintahan

Mengetuk Pintu Langit di Kaki Gunung, Pemkab dan Masyarakat Kuningan Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

By admin_kartini
September 22, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Di tengah ancaman kemarau panjang dan kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah ikhtiar lahir dan batin. Dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Sc., ribuan warga yang terdiri dari unsur Forkopimda, alim ulama, pimpinan ormas, pondok pesantren, aparatur pemerintah, hingga masyarakat luas, bersama-sama khusyuk menunaikan Salat Istisqa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026).

Ibadah sunnah memohon hujan ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum refleksi kolektif untuk mengetuk pintu langit sekaligus mengevaluasi diri atas hubungan manusia dengan alam.

Dalam arahannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa di balik musibah kekeringan tersimpan teguran agar manusia senantiasa melakukan instrospeksi, bertaubat, dan menghentikan segala bentuk kezaliman, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan.

“Hari ini kita hadir dalam rangka menyelenggarakan Salat Istisqa, permohonan hujan, dan untuk introspeksi. Kita hadir untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri karena dalam Salat Istisqa ini ada tuntutan untuk bertobat atas semua dosa, serta merupakan upaya menghentikan kezaliman yang merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama,” ujar Bupati Dian.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa doa meminta hujan harus dibarengi dengan tindakan nyata dalam melestarikan lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk beralih dari kebiasaan boros air, aktif menjaga kelestarian mata air dan aliran sungai, serta menggalakkan gerakan penghijauan.

Sebab, di samping krisis air bersih, musim kemarau tahun ini juga memicu ancaman laten berupa kebakaran hutan dan lahan yang sempat dilaporkan terjadi di beberapa titik seperti Garawangi, Cikananga, dan Tambakbaya—yang berhasil dipadamkan berkat kesigapan aparat dan warga.

Sebagai wujud kehadiran negara di tengah kesulitan warganya, Bupati mengungkapkan bahwa pemda telah bergerak cepat. Melalui kolaborasi lintas sektor bersama SKPD, BPBD, BUMD, Perumda Air Minum (PDAM), serta jajaran TNI dan Polri, operasi droping bantuan air bersih telah diterjunkan secara masif ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.

Semangat kebersamaan ini turut diapresiasi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, Drs. KH. Dodo Syarif Hidayatullah, M.A. Ia memuji langkah responsif Bupati Kuningan yang langsung menindaklanjuti masukan para ulama untuk menggelar Salat Istisqa, yang pelaksanaannya bahkan meluas secara serentak di berbagai kecamatan.

“Nah, ini merupakan kolaborasi dan kebersamaan yang sangat indah sekali. Mudah-mudahan Allah kabulkan doa kita semua. Amin,” ungkap KH. Dodo. Melalui perpaduan ikhtiar spiritual, pelestarian lingkungan, serta solidaritas sosial berlandaskan falsafah silih asah, silih asih, silih asuh, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis masyarakat mampu melalui ujian kemarau panjang ini dengan ketangguhan iman dan kesadaran ekologis yang semakin matang. (vr)**

Tags:

bupati kuningankemarau panjangsalat istisqo
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Dari Ujung Sumatra ke Kaki Gunung Ciremai, Ratusan Pemuda Nusantara Tempa Mental di Puskesmas Kuningan

Next

Mengusung Tema “Nu Ngora Nu Ngabuana”, Milangkala Saung Kopi Hawwu Ke-6 Gelar Pesta Hibar Budaya 5 Hari Full!

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho