Semarak Milangkala Kopi Hawu Ke-6, Festival Kaulinan Barudak Sukses Pikat Anak-Anak Lewat Edukasi Rupiah hingga Kreasi Barang Bekas
KARTINI (Kuningan) — Suasana semarak dan penuh keceriaan tampak memadati perayaan puncak hari jadi (Milangkala) Kopi Hawwu yang keenam pada Sabtu, 26 September 2026. Mengusung semangat edukasi dan pelestarian budaya, acara ini dimeriahkan dengan Festival Kaulinan Barudak yang menyuguhkan beragam kegiatan interaktif bagi anak-anak dan keluarga.
Rangkaian acara diawali dengan Lapak Buku yang dibawakan langsung oleh Founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pondok Kata RZ, Vera Verawati. Kehadiran lapak buku ini sukses menarik minat anak-anak untuk membaca dan mengenal literasi sejak dini dalam suasana yang santai.

Kemeriahan semakin memuncak pada sesi Pekan Ceria yang dipandu langsung oleh Founder Kampoeng Dongeng Kuningan, Nur Danila dan Rio Dirgantara. Selain menyuguhkan dongeng yang interaktif dan menghibur, dalam sesi ini anak-anak juga diajak mengikuti sosialisasi Cinta dan Bangga Pada Rupiah (CBPR) untuk menanamkan kecintaan terhadap mata uang sejak usia dini. Tak kalah seru, anak-anak juga diajak berkreasi mengolah barang bekas berupa cangkir plastik menjadi alat permainan yang seru dan ramah lingkungan.
Panggung utama kemudian bergemuruh lewat penampilan Teatrikal Anak yang melibatkan hampir 70 anak dari Sekolah Linimasa Kuningan. Dibimbing langsung oleh Mentor Teatrikal Hamdan, para anak-anak tampil memukau di atas panggung. Di balik kesuksesan penampilan tersebut, terpancar raut wajah bahagia serta perasaan bangga dan antusias dari para anak-anak yang merasa senang bisa ikut berekspresi, bermain peran bersama teman-teman, dan merasakan pengalaman berharga tampil di hadapan banyak penonton.

Menanggapi suksesnya penampilan anak-asuhnya, Hamdan selaku mentor teatrikal menyampaikan harapan mendalamnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, ruang-ruang ekspresi seperti ini bisa terus ada dan diperbanyak. Melalui seni teatrikal, anak-anak tidak hanya dilatih untuk percaya diri tampil di depan umum, tetapi juga belajar bekerja sama, berimajinasi, dan mencintai kebudayaan sejak dini,” ujar Hamdan.
Apresiasi positif turut mengalir dari para orang tua yang hadir mendampingi. Heti Tri Wahyuni, salah satu orang tua siswa Sekolah Linimasa, mengungkapkan kekagumannya.

“Kegiatan ini sangat luar biasa positif bagi anak-anak. Selain bisa berekspresi lewat seni dan mendengarkan dongeng, mereka juga mendapat edukasi keuangan serta belajar mendaur ulang barang bekas menjadi mainan seru. Terima kasih kepada Kopi Hawwu dan seluruh komunitas yang telah mewadahi kreativitas anak-anak kami,” ungkap Heti penuh antusias.
Melalui perhelatan ini, Milangkala Kopi Hawwu ke-6 sukses membuktikan bahwa kolaborasi antar komunitas mampu menghadirkan wadah edukasi, kreativitas, dan rekreasi yang bermakna bagi tumbuh kembang anak di Kabupaten Kuningan. (vr)**