Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Guru Jangan Mau Kalah Cepat dari AI, Tantangan Digitalisasi dan PR RLS 7,92 Tahun di Seminar Nasional PGRI Kuningan
BeritaPendidikan

Guru Jangan Mau Kalah Cepat dari AI, Tantangan Digitalisasi dan PR RLS 7,92 Tahun di Seminar Nasional PGRI Kuningan

By admin_kartini
Oktober 28, 2026
0

KARTINI (Kuningan)  — Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut dunia pendidikan berbenah cepat. Di satu sisi, guru wajib menguasai teknologi; namun di sisi lain, nilai kemanusiaan, karakter, dan keteladanan tetap menjadi fondasi utama yang tak tergantikan oleh mesin.

Pesan tegas tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan di Auditorium SMK Negeri 3 Kuningan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru Melalui Pengembangan Karier, Peningkatan Kesejahteraan dan Pemahaman Regulasi Pendidikan Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, forum ini juga menyoroti berbagai persoalan krusial mulai dari kesejahteraan, TPG, status kepegawaian PPPK, hingga administrasi Dapodik.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Uu, Bupati Kuningan mengingatkan agar para pendidik tidak malas memperbarui kapasitas diri menghadapi gempuran teknologi.

“Jangan sampai peserta didik kita lebih cepat menguasai teknologi daripada gurunya, bukan karena gurunya tidak mampu, melainkan karena gurunya tidak lagi bersedia belajar,” tegas Uu mengutip pesan Bupati.

Meski AI dan teknologi membantu menyajikan materi pembelajaran, teknologi dinilai mutlak tidak bisa menggantikan peran guru dalam menanamkan empati, akhlak, dan tanggung jawab moral kepada peserta didik.

Selain tantangan digitalisasi, Pemkab Kuningan menyoroti pekerjaan rumah (PR) besar sektor pendidikan daerah, yakni angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) yang saat ini masih berada di kisaran 7,92 tahun.

Uu mengajak PGRI dan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna memperluas akses dan meningkatkan keberlanjutan pendidikan anak-anak di Kuningan agar target target daerah dapat tercapai.

Di sisi lain, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, bersama Ketua Panitia, Surya, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme tinggi guru-guru di Kuningan—di mana pendaftaran seminar daring sempat ludes hanya dalam waktu dua jam. Melalui diskusi dan talkshow bersama narasumber pusat (PB PGRI dan BBGTK Jabar), berbagai isu krusial seperti kesejahteraan, pencairan TPG, regulasi jabatan, hingga formasi PPPK paruh waktu dan penuh waktu turut dibahas secara konstruktif demi memperjuangkan kepastian karier tenaga pendidik. (vr)**

Tags:

AINasionalPGRISekda KuninganSeminar
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bukan Sekadar Bikin Konten, PWI Kuningan Masuk Sekolah, Bekali Pelajar Benteng Kejahatan Siber dan AI

Next

Wisuda Sekolah Lansia hingga Berdikari Tanpa APBD, Pesan Keteladanan di HUT ke-64 PWRI Jawa Barat

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho