Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Razia Berulang di Kabupaten Kuningan, Solusi Jangka Panjang Balap Liar Dipertanyakan
BeritaSosial Ekonomi

Razia Berulang di Kabupaten Kuningan, Solusi Jangka Panjang Balap Liar Dipertanyakan

By admin_kartini
Februari 26, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Fenomena balap liar di wilayah Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan setelah jajaran Polres Kuningan membubarkan aktivitas yang dilakukan sejumlah remaja pada Sabtu malam (21/2/2026). Namun di balik penertiban tersebut, muncul pertanyaan lama yang belum juga terjawab: ke mana para remaja ini harus menyalurkan minat dan adrenalin mereka?

Penertiban balap liar kembali dilakukan aparat Polres Kuningan setelah menerima laporan masyarakat. Sejumlah kendaraan tanpa kelengkapan surat dan berknalpot brong turut diamankan. Menurut AKP Aktuin Moniharapon, langkah tegas tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga ketertiban lalu lintas.

“Kami akan terus melakukan patroli rutin dan penindakan tilang bagi pelanggar. Jalan raya adalah fasilitas umum, bukan sirkuit,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas pelaku masih berusia remaja sehingga pembinaan dan edukasi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Operasi yang dipimpin Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon itu bergerak cepat menyasar titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar. Sejumlah kendaraan tanpa kelengkapan surat dan menggunakan knalpot brong diamankan. Para remaja yang terlibat pun diberi pembinaan di lokasi.

Langkah tegas aparat memang menjadi jawaban instan atas keresahan warga. Balap liar dinilai membahayakan pengguna jalan lain serta pelakunya sendiri. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembubaran demi pembubaran belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan.

Mayoritas pelaku diketahui masih berusia remaja. Di usia yang penuh gejolak, mereka mencari pengakuan, tantangan, sekaligus ruang aktualisasi diri. Sayangnya, minimnya fasilitas otomotif yang legal dan terjangkau di daerah membuat jalan raya kerap dijadikan alternatif.

Sejumlah pemerhati sosial di Kuningan menilai pendekatan represif perlu diimbangi solusi jangka panjang. Edukasi di sekolah dan patroli rutin memang penting, tetapi penyediaan ruang kreatif seperti event balap resmi, pembinaan komunitas motor, hingga sirkuit terbuka dinilai bisa menjadi opsi pencegahan yang lebih efektif.

Orang tua juga memiliki peran sentral dalam mengawasi aktivitas anak, terutama saat malam hari. Namun pengawasan saja tidak cukup tanpa komunikasi yang terbuka dan dukungan terhadap minat positif anak.Penindakan hukum tetap diperlukan untuk menjaga keselamatan bersama. Akan tetapi, tanpa strategi yang menyentuh kebutuhan dan psikologi remaja, balap liar dikhawatirkan hanya akan berpindah lokasi dan waktu.

Balap liar memang bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Ia adalah gejala sosial yang membutuhkan lebih dari sekadar razia—melainkan kolaborasi antara aparat, orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah agar energi muda Kuningan tidak lagi tumpah di aspal jalan raya. (vr)

Tags:

Balap LiarPolres KuninganRutin
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bupati Dian Akhirnya Menggelar Pertemuan Dengan Penyadap Getah Pinus

Next

Relawan TBM Pondok Kata RZ Nayla Ainaika Aulia Sabet Juara 2 Duta Baca Kabupaten Kuningan 2026

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho