Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Siasat Petani Kuningan Hadapi “Duet Maut” Kemarau dan Hama Penggerek Batang
BeritaSosial Ekonomi

Siasat Petani Kuningan Hadapi “Duet Maut” Kemarau dan Hama Penggerek Batang

By admin_kartini
April 23, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Para petani di Kabupaten Kuningan kini harus bersiaga penuh. Memasuki musim tanam April–September 2026, tantangan yang dihadapi tidaklah tunggal. Selain ancaman kekeringan yang mulai mengintai, hama Penggerek Batang Padi (PBP) menjadi “musuh dalam selimut” yang siap menggerogoti produktivitas lahan.

Merespons situasi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan melakukan aksi cepat melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) di Blok Kikisik, Desa Sindang, Selasa (21/4/2026). Bukan tanpa alasan, serangan larva penggerek batang ini dikenal mematikan karena merusak jaringan tanaman dari dalam, yang berpotensi menyebabkan gagal panen massal jika terlambat ditangani.

Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengungkapkan sebuah fakta lapangan yang krusial: cuaca panas ekstrem saat kemarau ternyata menjadi katalisator bagi hama.

“Dinamika suhu tinggi mempercepat siklus hidup hama, sementara di sisi lain, tanaman padi yang kekurangan air memiliki daya tahan yang lemah. Ini adalah kombinasi yang berbahaya bagi ketahanan pangan kita,” jelas Wahyu di hadapan para petani Poktan Paguyuban II.

Wahyu menegaskan bahwa strategi tahun ini adalah mengintegrasikan mitigasi kekeringan dengan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Menurutnya, petani tidak bisa lagi hanya fokus pada salah satu masalah saja.

Dalam aksi yang mencakup areal seluas 20 hektare tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan insektisida jenis Vista 400 SL sebagai stimulans bagi petani. Namun, Wahyu menekankan bahwa bantuan fisik hanyalah solusi jangka pendek. Kunci utamanya adalah perubahan pola pikir petani.

Pengendalian harus berdasarkan pengamatan lapangan rutin, bukan sekadar perkiraan. Efisiensi Air dengan mengoptimalkan embung dan teknik budidaya hemat air agar tanaman tidak mengalami stres air yang memicu kerentanan terhadap hama dan mendorong penggunaan bibit yang lebih tahan terhadap cekaman kekeringan melalui varietas yang adaftif.

Selain intervensi teknis, kegiatan ini menjadi ajang dialog langsung antara pemerintah dan pelaku usaha tani. Langkah ini diambil agar kebijakan yang dirumuskan di tingkat kabupaten benar-benar menjawab keluhan riil petani di lapangan, terutama terkait keterbatasan air irigasi yang mulai dirasakan di beberapa titik.

Dengan dimulainya gerakan serentak ini, Kabupaten Kuningan berharap dapat mengamankan stok pangan daerah di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Bagi para petani di Sindang, aksi ini adalah harapan agar “duet maut” kemarau dan hama tidak melenyapkan hasil keringat mereka musim ini. (vr)

Tags:

Desa SindangDiskatan KuninganGerakan PengendalianHamaWahyu Hidayah
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bentengi Data Warga, Disdukcapil Kuningan Resmi Kantongi Sertifikat Keamanan Informasi Internasional

Next

Bukan Sekadar Santri Biasa, Ajang ACTION III Jadi Panggung Pembuktian Kreativitas di Al-Multazam 2

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho