Alat Pinjaman Bukan Halangan, Hadroh TBM Pondok Kata Tampil Maksimal

KARTINI (Kramatmulya) – Suasana khidmat menyelimuti Musola Nurul Islam, Desa Bojong, Kecamatan Kramatmulya, pada Sabtu (25/4/2026). Ratusan anggota Kajian  Khusus  Muslimah (KKM) dari berbagai musola desa berkumpul untuk melaksanakan agenda rutin mereka. Kegiatan kali ini terasa istimewa dengan hadirnya lantunan zikir dan selawat yang menggema dari dalam musola.

Lebih dari 100 anggota KKM mengikuti kegiatan istighosah dengan penuh khusyuk. Mereka bersimpuh, memanjatkan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Desa Bojong.

Namun, di balik kekhusyukan acara, ada satu pemandangan menarik yang mencuri perhatian jamaah. Sebuah grup hadroh, Assumayah, turut memeriahkan suasana dengan lantunan selawat yang merdu.

Uniknya, alat musik hadroh yang mereka gunakan bukanlah milik sendiri. “Kami masih meminjam alat hadroh ini dari teman,” ungkap Samiah salah seorang anggota Assumayah dengan senyum tipis.

Keterbatasan alat tak menyurutkan semangat mereka. Dengan penuh totalitas, grup hadroh yang merupakan binaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pondok Kata Rz ini tampil maksimal. Jari-jemari mereka menari lincah di atas rebana, menciptakan harmoni yang menyentuh hati.

Apresiasi tinggi datang dari Leny Nuraeni, founder TBM Pondok Kata Rz. Ia mengaku bangga dengan semangat pantang menyerah tim hadroh Assumayah.

“Meskipun alat masih pinjam, tapi semangat ibu-ibu untuk tampil maksimal luar biasa. Ini patut diacungi jempol,” kata Leny.

Leny berharap, kedepannya TBM Pondok Kata Rz bisa segera memiliki alat hadroh sendiri. “Harapannya, kami bisa segera mendapatkan alat hadroh untuk mendukung kegiatan bagi ibu-ibu pengguna Taman Baca,” tambahnya.

Penampilan hadroh Assumayah juga menuai pujian dari jamaah yang hadir. Enih Sutini, salah seorang jamaah dari Musola Albarokah Dusun Kliwon, mengaku terkesan dengan penampilan grup hadroh tersebut.

“Bagus sekali penampilannya. Walaupun pake alat pinjaman, tapi suaranya merdu dan bikin hati adem,” ungkap Enih.

Pelaksanaan KKM di Musola Nurul Islam ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terjaga erat di tengah masyarakat Desa Bojong. Keterbatasan alat tak menjadi penghalang bagi mereka untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi desa tercinta. (vr)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *