PESIK Kuningan Lolos Liga 3, Pemkab Janjikan Penguatan Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

KARTINI (Kuningan) – Keberhasilan PESIK Kuningan menembus Liga 3 Nusantara setelah keluar sebagai Runner Up Liga 4 Piala Presiden 2026 menjadi babak baru bagi masa depan sepak bola di Kabupaten Kuningan. Momentum ini dinilai harus menjadi titik balik penguatan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, bukan sekadar perayaan sesaat. Hal tersebut mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Kuningan menyambut kepulangan skuad berjuluk Laskar Kuda Ciremai di Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/7/2026) malam.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa potensi sepak bola lokal mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Namun, ia mengingatkan agar seluruh elemen tim tidak cepat berpuas diri karena atmosfer persaingan di Liga 3 akan jauh lebih kompetitif.

“Pencapaian ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang agar PESIK mampu bersaing lebih kompetitif di Liga 3 dan menatap peluang ke Liga 2,” ujar Dian, yang juga memiliki pengalaman sebagai mantan Manajer PESIK Kuningan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap tantangan di level kompetisi yang lebih tinggi, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menyatakan bakal terus mendorong pengembangan sarana, prasarana, serta pembinaan atlet secara terstruktur. Peningkatan ekosistem ini dianggap krusial agar representasi Kuningan di kancah nasional tidak bersifat instan.

Tantangan besar di Liga 3 kini berada di pundak jajaran manajemen yang dipimpin Manajer Nono Sujono dan Sekretaris Gugum Wibawa Gumbira, serta komposisi 23 pemain yang interaktif di semua lini.

Di sektor pertahanan, ketangguhan kiper Muhammad Rafi Junaedi dan M. Riyanto Pratama, didukung barisan bek seperti Wildansyah dan Mohamad Arozi, akan diuji dengan intensitas kompetisi yang lebih padat. Sementara itu, kreativitas lini tengah yang dimotori Mahadirga Lasut serta ketajaman lini depan yang diisi Rijalul Akram dan Puja Ajirumba dituntut tampil lebih konsisten.

Penyambutan resmi tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah U Kusmana, S.Sos., M.Si., jajaran DPRD, KONI, serta ASKAB PSSI Kuningan. Guna mendukung operasional dan apresiasi awal tim, Pemkab Kuningan bersama perwakilan pengusaha lokal menyerahkan bonus dan penghargaan finansial kepada seluruh pemain dan ofisial.

Melalui keberhasilan promosi ini, PESIK Kuningan kini memikul ekspektasi baru: mengubah momentum prestasi Liga 4 menjadi sebuah sistem pembinaan sepak bola usia muda yang solid dan mandiri di Kuningan. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *