KARTINI (Kuningan) – Bank Mata Indonesia (BMI) Cabang Kuningan yang merupakan salah satu wadah sosial memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan, terutama di bidang kesehatan.
Kiprahnya sejak sekira tahun 2013 telah menjadi magnet bagi ribuan warga secara sukarela mendaftarkan dirinya menjadi pendonor kornea mata. Bahkan mantan Bupati Kuningan H. Acep Purnama (almarhum) telah menyatakan secara lisan bersedia sebagai pendonor mata. Akan tetapi saat akan diakadkan secara legal dan atas persetujuan keluarga, ia telah dipanggil Sang Khalik.
Sejatinya, Pemkab Kuningan respon atas kehadiran BMI yang berlokasi di Desa Manislor Kec. Jalaksana tersebut. “Bank Mata Indonesia sangat besar kontribusinya terhadap pembangunan, terutama kegiatan kepedulian sosial kemasyarakatan terutama dalam penyedia kornea mata. Keberadaan Bank Mata Indonesia Cabang Kuningan mempunyai kedudukan sangat strategis di Provinsi Jawa Barat, karena mempunyai calon donor yang sangat banyak, “ujar Ketua Bank Mata Indonesia Cabang Kuningan, Rusdi Sriwiyata, S. PKP. , saat berbincang dengan kartinikuningan.com, Selasa, 1 September 2026.
Dipaparkan Rusdi, personel yang tergabung di kepengurusan BMI terus bergerak melakukan penyuluhan kepada kelompok masyarakat tentang betapa pentingnya melakukan kegiatan sosial, berjiwa sosial dan berkontribusi untuk kepentingan umat. “Salah satunya melalui donor kornea mata karena banyak masyarakat yang membutuhkan. Kita bisa membantu sesama dalam kebutaan, ” ajaknya.

Aksi tersebut direalisasikan dengan ajakan ‘Mari Kita Bantu Sesama Dari Kebutaan’. Ajakan tersebut dengan mendaftarkan secara sukarela menjadi calon donor kornea mata. Aksi tersebut tiap bulannya dengan melakukan eksisi pengambilan kornea mata bila ada calon donor yanh telah mewasiatkan, dan dinyatakan telah meninggal dunia. Aksi lainnya dengan mendistribusikan kornea mata ke Bank Mata Pusat Jakarta dan ke Bank Mata Provinsi Jawa Barat.
Seperti diketahui, di Kabupaten Kuningan sendiri, Bank Mata Indonesia membuka cabangnya di Desa Manislor Kecamatan Jalaksana tepatnya di Jalan Wisaprana No. 48 Manislor.
Dibukanya kantor Cabang di Desa Manislor karena kebanyakan pendonor baik yang sudah diambil (eksisi) kornea matanya maupun yang belum dieksisi mayoritas dari Desa Manislor terutama dari komunitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dari data pendonor yang sudah dieksisi kornea matanya tercatat pada tahun 2015 terdapat 1 orang yang sudah dieksisi, 2016 ada 2 orang, tahun 2017 ada 14 orang, tahun 2018 ada 20 orang, 2019 ada 12 orang, 2020 ada 16 orang, 2021 ada 15 orang, 2022 ada 20 orang, 2023 ada 24 orang, dan 2024 ada 21 orang.
Sementara warga komunitas Ahmadiyah yang sudah mendaftar sebagai pendonor kornea mata tercatat sejumlah 2.100 lebih pendonor yang terdiri dari perempuan sejumlah 1.015 orang, laki-laki dewasa 900 orang dan para remaja tercatat ada 200 orang. (kh) **