Refleksi Hari Jadi ke-528, Mengukur Laju Pembangunan Kuningan di Tengah Arus Modernisasi
KARTINI (Kuningan) — Peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan daerah. Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi modern tanpa mengikis identitas budaya Sunda-Kuningan dan nilai keagamaan.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., memaparkan indikator keberhasilan pembangunan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 yang ditopang oleh 10 program unggulan dan visi Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, Tangguh).
Akselerasi pembangunan daerah terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang melompat signifikan. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kuningan mencapai 6,98 persen pada 2025, naik dari 3,56 persen pada 2021 dan 5,61 persen pada 2024, bahkan menembus 7,01 persen pada Triwulan I 2026. Seiring dengan peningkatan tersebut, PDRB per kapita naik menjadi Rp33,94 juta, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 7,59 persen melalui penyerapan ribuan tenaga kerja lewat program Gema Sadulur.
Pemerataan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian turut menunjukkan progres positif. Tingkat kemantapan jalan daerah kini mencapai 78,23 persen, didukung oleh program Jawara Tani yang telah merehabilitasi 235 unit irigasi serta menyalurkan 30.000 ton pupuk bersubsidi. Di bidang perumahan, Pemkab Kuningan merehabilitasi 1.388 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan memfasilitasi 2,444 unit rumah bersubsidi, yang mengantarkan Kuningan meraih Penghargaan Terbaik II Nasional dari Kemendagri RI untuk Regional Jawa-Bali.

Sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan keagamaan juga terus dibenahi secara intensif. Pemkab merenovasi 307 ruang kelas, membangun puluhan perpustakaan dan laboratorium, serta menekan prevalensi stunting menuju target di bawah 10 persen. Melalui program Ngaji Diri, insentif diberikan kepada 1.000 guru ngaji beserta beasiswa untuk 1.250 santri. Keberhasilan tata kelola pemerintahan ini diperkuat oleh raihan Opini WTP dari BPK, predikat Kabupaten Informatif, Indeks Reformasi Hukum kategori Sangat Baik, serta penetapan Kesenian Dogig dan Pesta Dadung sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Jawa Barat.
Bupati Dian menekankan bahwa deretan indikator makro tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Evaluasi pelayanan publik serta pemerataan pembangunan di seluruh pelosok desa tetap menjadi prioritas kerja utama.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita,” tegas Dian.
Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Panitia diharapkan berjalan kondusif, inklusif, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kuningan. (vr)**