Bukan Cuma Panggung Hiburan, Pemkab Kuningan Boyong 22 Layanan Publik Gratis ke Lapangan Desa Lewat Program Saba Lembur
KARTINI (Kuningan) — Pemerintah Kabupaten Kuningan mengubah pola pelayanan publik dari pasif menjadi lebih proaktif. Melalui program Bupati Saba Lembur di Lapang Sepak Bola Desa Mandirancan pada Kamis (10/9/2026), Pemkab Kuningan memboyong sedikitnya 22 jenis layanan pemerintahan langsung ke tengah pemukiman warga, sekaligus mengemasnya dengan pesta seni dan edukasi budaya.

Pendekatan jemput bola yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan ini memangkas birokrasi bagi masyarakat desa. Sepanjang siang, warga dapat mengurus administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, perizinan, hingga mengakses Gerakan Pangan Murah dan Pelayanan Kuningan SIPP di satu lokasi tanpa perlu mendatangi kantor dinas di pusat kota.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran pejabat publik di tengah masyarakat merupakan keharusan untuk memahami kondisi riil di lapangan.
“Pemerintah tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke kantor. Para pelayan publik harus turun langsung agar melihat dan memahami kondisi warga secara dekat. Saba Lembur ini tontonan tapi tuntunan, hiburan yang mendidik,” ujar Dian di hadapan ribuan warga.

Suasana pelayanan publik ini dipadukan dengan panggung hiburan rakyat pada malam harinya. Lewat pertunjukan seni Sunda, bobodoran, hingga segmen sosial seperti Ngaji Diri dan program kepedulian “Bupati Heman ka Budak, jeung Nyaah ka Indung”, Pemkab Kuningan memanfaatkan momentum berkumpulnya warga untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, penanganan Rutilahu, serta pelestarian kearifan lokal.
Acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., dan jajaran Forkopimda ini membuktikan bahwa strategi mendekatkan layanan langsung ke tingkat desa efektif membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. (vr)**