Bupati Dian Puji Sinergi TMMD di Kuningan, Tantang Warga Rawat Infrastruktur Baru Demi Kemandirian Desa
KARTINI (Kuningan) — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 di Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, resmi dituntaskan pada Kamis (17/9/2026). Kehadiran infrastruktur baru berupa rabat beton kini memecah keterisolasian wilayah sekaligus membuka urat nadi baru bagi perekonomian warga, khususnya di sektor perkebunan dan pariwisata.
Acara penutupan yang dipusatkan di Desa Gunungmanik tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekda Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., jajaran TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, serta ratusan warga setempat.

Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Arh. Hafda Prima Agung, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang diawali dengan pra-TMMD melalui pengupasan jalan ini berhasil merampungkan sejumlah sasaran fisik di Dusun Jatirasa. Sasaran utama meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 820 meter dengan lebar 2,5 meter, Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 30 meter dengan tinggi 2 meter, serta tugu monumen TMMD Imbangan ke-129.
Kepala Desa Gunungmanik, Juhari Haryanto, menyambut baik tuntasnya program ini. Menurutnya, jalan mulus tersebut memberikan dampak ikutan (multiplier effect) yang besar bagi desanya. Selain mempermudah mobilitas, akses ini langsung menyambung ke destinasi wisata Curug Payung—yang kini telah dilengkapi fasilitas camping—serta kawasan perkebunan seluas kurang lebih 10 hektare yang didominasi tanaman buah durian dan alpukat.

“Alhamdulillah berjalan dua tahun ini. Dengan akses jalan yang lebih baik, hasil perkebunan lebih mudah diangkut dan potensi wisata semakin menggeliat untuk menambah pendapatan masyarakat,” ujar Juhari.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi tinggi kolaborasi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menilai, infrastruktur jalan sepanjang 820 meter tersebut memiliki fungsi strategis karena langsung menghubungkan permukiman dengan kawasan sentra ekonomi dan wisata.

“Dengan adanya akses jalan yang lebih bagus, sektor pariwisata semakin menggeliat, hasil pertanian lebih mudah diangkut, transportasi gampang, dan pada akhirnya biaya hidup masyarakat juga semakin ringan,” ungkap Bupati Dian.
Kendati demikian, Bupati mengingatkan sebuah tantangan klasik pasca-pembangunan: menjaga dan merawat infrastruktur yang ada. Ia berpesan agar semangat gotong royong tidak luntur begitu program selesai, melainkan terus dirawat demi kelangsungan jangka panjang.
“Membangun itu mudah, hal paling susah itu merawatnya. Merawat tentang kebersamaan, tentang semangat kegotongroyongan, juga merawat hasil-hasil yang tadi ditinggalkan,” tuturnya.
Menjawab kebutuhan warga, Bupati Dian juga memberikan angin segar bahwa pemerintah daerah terus berupaya merencanakan penanganan lanjutan untuk sisa ruas jalan sekitar 3,5 kilometer di kawasan tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
Dengan tuntasnya TMMD Imbangan ke-129 Tahun 2026 ini, warga Desa Gunungmanik kini memiliki modal sosial dan infrastruktur yang kokoh untuk bertransformasi menjadi desa wisata dan sentra agribisnis yang mandiri serta sejahtera. (vr)**