KARTINI (Kuningan) – Pencak silat di Kabupaten Kuningan diposisikan bukan sekadar cabang olahraga, melainkan wadah pelestarian warisan budaya, pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga ruang merawat persaudaraan generasi muda.
Pesan tersebut ditekankan oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.Kn., saat melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 di Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (20/9/2026).
Wabup Tuti berharap kepengurusan baru ini mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta menjadikan PPSI sebagai rumah besar bagi para pendekar, pelatih, seniman, dan generasi muda Sunda.

“Jangan hanya menjadi pengurus pencak silat, tetapi jadilah penggerak pencak silat,” tegas Wabup Tuti kepada para pengurus baru yang dilantik.
Pemerintah Daerah mendorong PPSI Kuningan untuk membangun ekosistem pencak silat yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, kompetisi berjenjang, hingga memperluas jejaring ke sekolah-sekolah dan pesantren.

Target jangka panjangnya, atlet-atlet asal Kuningan mampu menembus panggung prestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional tanpa meninggalkan filosofi luhur pencak silat.
“Kekuatan tidak digunakan untuk menyakiti, keberanian bukan untuk mencari lawan, dan kemenangan bukan alasan untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, kekuatan digunakan untuk melindungi, keberanian untuk menjaga kehormatan, sedangkan kemenangan menjadi motivasi untuk terus berkembang,” pungkasnya. (vr)**