Dari Gas Metana Hingga RDF, DLH Kuningan Beberkan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di TVRI Jabar
KARTINI (Kuningan) — Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat komitmen penanganan lingkungan dan sampah secara komprehensif. Upaya ini diwujudkan lewat penguatan kemandirian desa, pemanfaatan gas metana dari TPA Ciniru, hingga penyiapan pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri.
Kiprah dan strategi tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, dalam dialog interaktif program “Jawa Barat Hari Ini” yang disiarkan TVRI Jawa Barat dari Command Center Kabupaten Kuningan, Minggu (11/10/2026).
Dalam dialog yang dipandu oleh Fredericko Sinatria tersebut, Usep menyampaikan bahwa capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Kuningan tahun 2025 berhasil menembus angka 75,50, melampaui target daerah sebesar 68,18. Capaian positif ini ditopang oleh tingginya rasio tutupan lahan serta peningkatan partisipasi warga.
“Yang kita perkuat adalah aspek sumbernya, termasuk mempertahankan rasio tutupan lahan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, daya dukung alam di Kabupaten Kuningan dapat terus terjaga dan dioptimalkan,” ujar Usep.
Guna mengurangi ketergantungan dan beban beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), DLH menggenjot inisiatif kemandirian desa. Jika sebelumnya hanya ada sekitar dua desa, kini telah berkembang hampir 12 desa yang mampu mengelola sampahnya secara mandiri lewat skema kerja sama antar-desa dan pemanfaatan fasilitas pengolahan bersama.
Selain itu, DLH Kuningan juga mematangkan pemanfaatan energi terbarukan berupa gas metana dari TPA Ciniru. Setelah sukses menggelar uji coba awal bagi 50 rumah tangga, Pemkab Kuningan kini menjajaki dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun instalasi pipa distribusi baru yang ditargetkan mampu menyuplai gas memasak gratis bagi 450 rumah tangga di sekitar kawasan TPA.
Sebagai langkah jangka menengah, DLH Kuningan tengah menyiapkan transformasi TPA Ciniru menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis teknologi RDF, disokong dengan pembangunan fasilitas TPS 3R Plus.
Melalui teknologi ini, sampah tak lagi sekadar ditumpuk, melainkan dipilah dari hulu dan diolah menjadi pelet RDF yang dapat dijual sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara bagi sektor industri.
Di akhir dialog yang digagas atas kerja sama Diskominfo Kuningan dan TVRI Jabar ini, Usep menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan lingkungan berjalan berkelanjutan dan mendatangkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. (vr)**