Kuningan Peringkat 2 Jawa Barat Penerima Revitalisasi Sekolah, Bupati Dian Tinjau Hasil Pembangunan di TKIT Al-Fattah
KARTINI (Kuningan)— Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mempercepat peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meninjau langsung Open House Sekolah Hasil Revitalisasi di TKIT Al-Fattah Ciawigebang yang direhabilitasi melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (19/10/2026)
Dalam kunjungannya, Bupati Dian disambut hangat para siswa dan tenaga pendidik. Ia juga meninjau langsung suasana kelas interaktif yang telah dilengkapi media layar digital untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi bagi anak usia dini.

Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Ketua Yayasan Al-Fattah Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., Direktur Al-Fattah Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., serta jajaran Disdikbud Kuningan.
“TKIT Al-Fattah ini sangat bagus, sirkulasi udaranya baik, aman, dan nyaman sehingga layak menjadi percontohan. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Namun ingat, hal yang paling sulit adalah merawat. Sebagus apa pun bangunan, harus dijaga dengan rasa memiliki agar manfaatnya panjang,” pesan Bupati Dian.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan berhasil menduduki posisi kedua terbanyak di Jawa Barat dalam penerimaan program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Dari 10 PAUD/TK yang progres pembangunannya telah rampung 100 persen, TKIT Al-Fattah dipilih sebagai lokasi peninjauan utama kepala daerah sekaligus pembuatan video profil sekolah percontohan.
“Proyeksi kami untuk tahun 2027, ada sekitar 315 satuan pendidikan PAUD yang diusulkan mendapat penanganan rehabilitasi. Sesuai target RPJMD harusnya tuntas 2029, namun melalui sinergi dengan kementerian pusat, kami optimistis seluruh rehabilitasi sekolah PAUD, SD, dan SMP di Kuningan bisa tuntas lebih cepat pada 2028,” terang Elon Carlan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah (fiskal) tidak boleh menjadi alasan surutnya pembangunan pendidikan. Ia menginstruksikan seluruh kepala dinas untuk aktif menjemput bola dan membangun jejaring ke kementerian pusat demi menggaet anggaran APBN.

Ketua Yayasan Al-Fattah, Dr. K.H. Aang Asy’ari, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemkab Kuningan. Pihaknya berkomitmen mendukung penuh visi Kuningan sebagai kota pendidikan dengan menghadirkan kualitas kurikulum berstandar internasional (Cambridge & Al-Azhar) yang tetap terjangkau bagi masyarakat menengah.
“Fasilitas ini berdiri di atas tanah wakaf dan kami persembahkan sepenuhnya untuk kemajuan Kuningan. Selain TKIT dan SDIT, kami juga merencanakan pembukaan jenjang SMP pada tahun ajaran 2028/2029 mendatang,” pungkasnya.
Melalui program revitalisasi berkelanjutan ini, Pemkab Kuningan optimistis dapat menciptakan ekosistem belajar yang sehat, aman, dan modern demi melahirkan generasi emas yang berkarakter serta berakhlak mulia. (vr)**