Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional, Bupati Dian Kukuhkan Pengurus Kunci Bersama Investment Forum 2026–2031
KARTINI (Kuningan) — Langkah strategis memperkuat kolaborasi antardaerah resmi ditegaskan melalui Pengukuhan Pengurus Kunci Bersama Investment Forum Periode 2026–2031 di Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (21/10/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam kapasitasnya sebagai Ketua Sekretariat Kunci Bersama.
Dalam pengukuhan tersebut, H. Agung Suryamal resmi dipercaya memimpin Kunci Bersama Investment Forum untuk lima tahun ke depan. Agenda ini turut dihadiri para kepala daerah anggota Kunci Bersama, Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kuningan, unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, BIJB Kertajati, PT Sucofindo, hingga jajaran pengusaha regional.
Bupati Dian menekankan bahwa kerja sama 10 kabupaten/kota anggota Kunci Bersama harus bertransformasi dari sekadar koordinasi administratif Government to Government (G2G) menjadi kemitraan bisnis yang konkrit Business to Business (B2B).

“Kawasan Kunci Bersama dihuni sekitar 13 juta jiwa dengan potensi pertanian, peternakan, manufaktur, dan kelautan yang luar biasa. Aliansi strategis ini tidak boleh memicu regional egoism atau kompetisi sempit, melainkan harus melahirkan regional partnership—sebuah kolaborasi antardaerah yang solid,” tegas Bupati Dian.
Melalui forum investasi ini, Bupati Dian meminta seluruh komoditas dan potensi unggulan daerah dikurasi, distandardisasi, dan dikemas secara profesional sebelum ditawarkan kepada investor.
Ia juga menggarisbawahi bahwa penarikan investasi harus tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan lingkungan, bukan semata-mata eksploitasi sumber daya alam.
Sementara itu, Ketua Kunci Bersama Investment Forum terpilih, H. Agung Suryamal, menyatakan komitmennya untuk menggenjot masuknya modal, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong kurikulum vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan iklim investasi yang kondusif adalah kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan para investor di kawasan ini,” ujar Agung.

Sebagai wujud aksi nyata, acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan perdagangan antara daerah anggota Kunci Bersama dengan Direktur Utama Pasar Induk Caringin Bandung.
Kesepakatan ini bertujuan membuka akses pasar secara langsung bagi para petani, peternak, dan pelaku UMKM dari daerah anggota Kunci Bersama ke jaringan distribusi Pasar Induk Caringin, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui business matching/forum bisnis berkala.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memangkas rantai pasok, menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi regional secara berkelanjutan. (vr)**