Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Kuningan Jadi Etalase Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jelang Ramadan
BeritaSosial Ekonomi

Kuningan Jadi Etalase Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jelang Ramadan

By admin_kartini
Februari 6, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Kabupaten Kuningan dipercaya menjadi tuan rumah Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Jawa Barat yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia (BI), Kamis (05/02/2026), di Taman Kota Kuningan.

Penunjukan Kuningan bukan tanpa alasan. Daerah agraris ini dinilai mampu menunjukkan praktik nyata pengendalian inflasi berbasis penguatan sektor pertanian dan kolaborasi lintas wilayah, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada momentum Ramadhan, Idulfitri, dan Cap Go Meh 2026.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kinerja daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Ia memaparkan pertumbuhan ekonomi Kuningan yang mencapai 10,4 persen pada semester pertama 2025 dan bertahan di angka 9,3 persen hingga akhir tahun, disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari fokus pemerintah daerah pada sektor pertanian melalui program “Kembali Ka Karuhun”. Program ini mencakup subsidi pupuk, penyediaan benih bersertifikat, serta pembangunan infrastruktur penunjang pertanian seperti jalan usaha tani dan irigasi yang menjangkau ratusan kelompok tani.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai praktik di daerah seperti Kuningan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya pemantauan harga berbasis data real-time, operasi pasar, serta kesiapsiagaan distribusi pangan menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan melibatkan BMKG dan BPBD.

Senada dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam menekan angka inflasi, sehingga terlihat berbagai kemajuan terutama peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dengan keberhasilan tersebut, memberi peluang besar bagi masyarakat untuk menciptakan industri mandiri, mulai dari industri rumah tangga,” ujarnya saat ditemui disela-sela makan siangnya di Saung Kopi Hawwu Kuningan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Muhammad Nur menegaskan bahwa penguatan sisi suplai pangan di daerah menjadi krusial, terlebih dengan adanya tambahan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mencontohkan kemitraan pangan seperti yang dilakukan Pesantren Al-Ittifaq sebagai model kolaborasi yang mampu menjaga keseimbangan pasokan.

Melalui forum ini, Kuningan juga menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama regional Ciayumajakuning lewat aliansi “Kunci Bersama”, dengan pendekatan pengendalian inflasi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pasamoan Agung ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana praktik di tingkat daerah dapat menjadi fondasi utama stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara berkelanjutan. (vr)

Tags:

BIbupati kuninganSekda JabarTPIDWakil Gubernur Jabar
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Penyuluh dan Sistem Jemput Gabah Jadi Tameng Petani Kuningan Hadapi Permainan Harga Panen 2026

Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho