Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Diskon Sesaat atau Solusi Jangka Panjang? GPM DIRAHMATI Uji Ketahanan Pasar Pangan Kuningan
BeritaSosial Ekonomi

Diskon Sesaat atau Solusi Jangka Panjang? GPM DIRAHMATI Uji Ketahanan Pasar Pangan Kuningan

By admin_kartini
Februari 24, 2026
0

KARTINI (Kuningan)  – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadan bertajuk DIRAHMATI (Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kuningan di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Senin (23/2/2026), tak hanya menjadi ajang belanja hemat warga, tetapi juga menguji seberapa kuat struktur pasar pangan daerah menghadapi lonjakan permintaan musiman.

Di balik harga beras Rp12.000/kg dari harga pasar Rp14.900/kg, telur Rp29.000/kg dari Rp36.000/kg, hingga daging sapi Rp120.000/kg dari Rp135.000/kg, tersimpan satu pertanyaan mendasar: apakah intervensi harga seperti ini cukup untuk menjaga stabilitas jangka panjang?

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang membuka kegiatan mewakili Bupati Kuningan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi terencana. Tahun ini, GPM Ramadan digelar di 15 titik dengan total pasokan lebih dari 100 ton bahan pokok.

Namun, fakta bahwa sebagian besar komoditas habis dalam waktu singkat menunjukkan dua sisi realitas: tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus adanya celah daya beli yang masih rentan terhadap fluktuasi harga pasar.

Program ini memang efektif meredam gejolak harga dalam jangka pendek. Selisih harga bawang merah Rp7.000/kg, bawang putih Rp8.000/kg, serta cabai hingga Rp5.000/kg dari harga pasar menjadi insentif kuat bagi warga untuk membeli dalam jumlah lebih banyak. Akan tetapi, intervensi berbasis distribusi langsung seperti ini juga memerlukan konsistensi pasokan dan penguatan produksi lokal agar tidak sekadar menjadi “katup pengaman” musiman.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam pernyataannya menekankan bahwa stabilitas pangan adalah tanggung jawab moral pemerintah. Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilepaskan dari dimensi sosial—yakni menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan.

Di sisi lain, keberhasilan GPM DIRAHMATI juga bergantung pada sinergi jangka panjang: peningkatan produktivitas petani, efisiensi distribusi, serta pengawasan rantai pasok agar harga pasar tidak sepenuhnya bergantung pada intervensi pemerintah.

Antusiasme warga di Desa Seda membuktikan bahwa program ini dibutuhkan. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan stabilitas harga tetap terjaga bahkan setelah Ramadan usai. Jika tidak, pasar akan kembali bergerak mengikuti hukum permintaan dan penawaran tanpa bantalan intervensi.

GPM DIRAHMATI hari ini mungkin menjadi solusi cepat dan tepat. Tetapi keberlanjutan ketahanan pangan daerah akan ditentukan oleh langkah-langkah struktural yang mampu memperkuat pasar dari hulu ke hilir—bukan hanya dengan diskon, melainkan dengan sistem yang kokoh dan berdaya tahan. (vr)

Tags:

GPM DIRAHMATIKadiskatan KuninganPasar Murah
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Ribuan Petani Zona Tradisional Ciremai Berharap Keadilan Dari Kemenhut

black calculator near ballpoint pen on white printed paper
Next

Ramadhan Datang, Dompet Deg-Degan, Tantangan Ibu Mengatur Keuangan Keluarga

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho