Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Babarit Desa Tundagan Bangkit Setelah 40 Tahun, Guyub Warga Gelar Tradisi Tolak Bala
BeritaSeni & Budaya

Babarit Desa Tundagan Bangkit Setelah 40 Tahun, Guyub Warga Gelar Tradisi Tolak Bala

By admin_kartini
Maret 26, 2026
0

KARTINI (Kuningan)  – Tradisi adat Babarit Desa di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, kembali digelar setelah 40 tahun tidak dilaksanakan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (26/2026) di Alun-alun Desa Tundagan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan diawali dengan doa bersama di Situs Puteran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa di Aula Bale Desa Tundagan. Acara ditutup dengan pertunjukan seni tradisional Sanggolewang serta hiburan rakyat yang disambut antusias oleh warga.

Babarit Desa dilaksanakan sebagai tradisi tolak bala, menyusul kejadian beberapa waktu lalu di mana warga mengalami musibah serangan macan tutul yang memangsa ternak. Tercatat hampir 100 ekor kambing milik warga mati akibat serangan tersebut.

Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga. Seluruh rangkaian acara terselenggara atas swadaya masyarakat, menunjukkan tingginya semangat gotong royong di Desa Tundagan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani , S.H., M.Kn. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Bupati Kuningan yang menyampaikan apresiasi atas upaya masyarakat dalam menghidupkan kembali tradisi leluhur serta menjaga nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolsek Kecamatan Ciniru-Hantara, Danramil Kecamatan Ciniru-Hantara, Camat Kecamatan Hantara serta sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan juga berpesan agar kegiatan Babarit Desa tidak hanya dimaknai sebagai seremonial, tetapi menjadi penguat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta kearifan lokal masyarakat. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai identitas budaya daerah sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keamanan serta ketahanan sosial di lingkungan desa.

Kepala Desa Tundagan, Sanudi, S.Pd., mengatakan bahwa Babarit Desa bukan sekadar tradisi, melainkan juga bentuk doa dan harapan bersama agar desa terhindar dari marabahaya.

“Ini adalah ikhtiar bersama sekaligus wujud rasa syukur. Kami bangga karena kegiatan ini terlaksana dari swadaya masyarakat. Semoga ke depan tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi penguat kebersamaan warga,” ujarnya.

Dengan kembali digelarnya Babarit Desa, masyarakat berharap tradisi ini dapat menjadi agenda rutin serta simbol kebangkitan budaya dan solidaritas di Desa Tundagan. (vr)

Tags:

bupati kuninganDesa TundaganSnggolewangWabup Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
eyeglasses on opened book beside cup of coffee on table
Previous

Quotes Hari Ini

Next

Arus Balik,  Jalan Pulang Para Perantau yang Tak Pernah Lupa Akar

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho