Sekda Kuningan Instruksikan Bantuan Stunting Gunakan Data By Name By Address Agar Tepat Sasaran

KARTINI (Kuningan) – Masalah stunting bukan lagi sebatas urusan sektor kesehatan, melainkan potret persoalan kemanusiaan yang berkelindan dengan kemiskinan, pola asuh, hingga akses sanitasi. Menyikapi urgensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat strategi penanganan lewat Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten di Ruang Ballroom Arya Kamuning, Rabu (1/7/2026).

Lewat gerakan gotong royong ini, Pemkab Kuningan tidak ingin berjalan sendiri. Seluruh elemen mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, BUMD, sektor perbankan, swasta, hingga organisasi masyarakat diajak terlibat langsung melipatgandakan jumlah orang tua asuh bagi balita yang berisiko.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kontribusi nyata dari para orang tua asuh ini akan difokuskan pada intervensi langsung di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi spesifik, pendampingan berkala bersama kader Posyandu, hingga perbaikan kualitas hidup keluarga sasaran.

“Anak-anak hari ini adalah wajah Kabupaten Kuningan di masa depan. Menyelamatkan mereka dari stunting berarti kita sedang menyelamatkan masa depan daerah dan bangsa ini. Ini investasi terbaik yang tidak bisa ditunda,” tegas Sekda U. Kusmana.

Guna menghindari penyaluran bantuan yang salah sasaran atau tumpang tindih, Sekda Kusmana mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah dan para camat di wilayah Kabupaten Kuningan. Penyaluran bantuan dari Gerakan GENTING wajib merujuk secara ketat pada basis data kedinasan yang valid.

“Saya instruksikan seluruh kepala dinas dan camat untuk memastikan program ini berjalan by name by address. Data harus akurat agar setiap uluran tangan dari donatur dan orang tua asuh benar-benar memberikan dampak langsung pada penurunan angka stunting di lokus-lokus yang ditargetkan,” cetusnya.

Selain menggerakkan potensi internal pemerintahan, sektor swasta juga didorong untuk mengalihkan sisa alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk mendukung pemenuhan nutrisi balita stunting.

Pemkab Kuningan optimistis, lewat skema keroyokan lintas sektor dan kepedulian yang terorganisir dengan baik melalui GENTING, target penurunan stunting secara signifikan di Kuningan dapat tercapai demi melahirkan generasi baru yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *