Lebih dari Sekadar Panggung Musik, Milangkala Kendangers Kuningan ke-8 Padukan Rampak Kolosal dan Aksi Sosial
KARTINI (Karangkamulyan) — Gemuruh irama kendang Sunda bergema memenuhi Lapangan Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan pada Jumat dan Sabtu, 17–18 Juli 2026. Ratusan tepukan jemari dan pergelangan tangan para maestro serta seniman muda bersatu dalam perhelatan akbar Milangkala Kendangers Kuningan ke-8. Acara tahunan ini hadir bukan sekadar perayaan ulang tahun komunitas, melainkan wujud nyata komitmen menjaga eksistensi seni musik tradisi di tengah gempuran arus modernisasi.
Puncak acara opening ceremony menyuguhkan daya tarik utama berupa pertunjukan Rampak Kendang Kolosal. Puluhan pemain kendang tampil membawakan irama serempak yang berkolaborasi indah dengan aransemen dari Wihendar Local Musica dan Kinarya Sunda. Paduan instrumen tradisional khas Kuningan dengan sentuhan aransemen modern sukses membuat ribuan pasang mata terpesona.

Panggung hiburan semakin meriah dengan hadirnya deretan artis kenamaan putra daerah hingga nasional, seperti Ressy Kania Dewi, Seliya Marsela, dan Ade Astrid. Gelaran malam hari pun semakin hangat lewat sajian Jaipong Bajidoran yang menghadirkan guest star Amoy—pesinden kenamaan dari lingkung seni Giriharja 3 Putra yang juga merupakan kebanggaan putra daerah.
Tak hanya fokus pada panggung seni, Milangkala ke-8 ini dibalut erat dengan aksi kepedulian sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar. Berbagai kegiatan bakti sosial digelar, mulai dari aksi “Seniman Bebersih Mushola”, santunan untuk anak-anak yatim, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum.
Ketua Kendangers Kuningan, Harry Septian Nugraha menegaskan bahwa kendang adalah simbol perekat rasa dan persaudaraan masyarakat Kuningan.
“Milangkala Kendangers Kuningan bukan hanya ajang berkumpul para pemain kendang. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengenalkan seni kendang kepada generasi masa depan. Kami ingin menunjukkan bahwa kendang adalah denyut nadi budaya yang menyatukan rasa, persaudaraan, dan identitas masyarakat Kuningan,” ungkapnya.

Kemeriahan perayaan ini dihadiri oleh jajaran tamu undangan penting dan tokoh masyarakat. Pembukaan acara diresmikan dengan sambutan hangat dari Ketua Kendangers Kuningan Harry Septian Nugraha, Ketua Kendangers Jawa Barat Cucu Zbet, serta Asisten Daerah (ASDA) 3 Setda Kuningan, Drs. Agus Basuki, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Kuningan.
Turut hadir memberikan dukungan penuh di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kuningan , Camat Ciawigebang, jajaran Polres Kuningan, Polsek Ciawi, Danramil Kuningan, Kepala Desa Karangkamulyan, tokoh masyarakat, serta delegasi Komunitas Kendangers Chapter se-Jawa Barat.
Melalui sinergi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat, Milangkala Kendangers Kuningan ke-8 berhasil membuktikan bahwa budaya lokal tak sekadar menjadi kenangan masa lalu, melainkan warisan hidup yang terus berdenyut membakar semangat gotong royong. (vr)**










