Tingkat Stres Masyarakat Indonesia Tinggi, Perempuan Ternyata Paling Rentan !

KARTINI – Seiring perkembangan tekhnologi, sosial, budaya, ekonomi, dari dekade ke dekade dipastikan akan terjadi perubahan kehidupan yang sangat mencolok. Begitupula dengan perputaran dunia pasti beriringan dengan tingkat depresi yang sangat hebat.

Kehidupan modern memang menawarkan banyak kemudahan. Akan tetapi, era digitalisasi ini berdampak besar terhadap tekanan produktivitas yang tinggi, kesenjangan sosial, tingkat depresi dan stress yang tinggi. Indonesia ternyata salah satu negara yang kini sudah masuk fase tingkat depresinya cukup tinggi.

Berdasarkan peneliltian WHO (World Health Organization), prevalansi gangguan mental di Indonesia mencapai 9,8 %  dengan angka depresi mencapai 6,6 % (tahun 2024), dan di tahun – tahun berikutnya  menjadi tahun yang penuh dinamika bagi kesehatan mental. Dalam konteks regional (ASEAN), Indonesia berada di urutan ke-7 tingkat stress tertinggi. Faktor yang berkontribusi terhadap gangguan mental, diantarnya yaitu beban kerja yang tinggi, masalah keuangan, dan situasi sosial yang tidak kondusif.

Sedangkan menurut data global, WHO merilis, sekitar 35,1 % responden di sejumlah negara, perempuan lebih banyak mengalami stres. Kategori stresnya sendiri WHO membedakan, antara eustress (stress positif) dan distress (stress negatif). Stres ringan bermanfaat untuk motivasi, sementara stress berat dapat memicu gangguan fisik dan mental, jika tidak ditangani. Sedangkan stress tinggi dapat merusak kesehatan mental dan fisik. (kh/berbagai sumber)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *