Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Diskatan Kuningan Bangun Ketahanan Padi Lewat Edukasi dan Aksi Pengendalian OPT
BeritaSosial Ekonomi

Diskatan Kuningan Bangun Ketahanan Padi Lewat Edukasi dan Aksi Pengendalian OPT

By admin_kartini
Januari 24, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak hanya soal kecepatan tindakan, tetapi juga tentang pemahaman petani terhadap ancaman yang dihadapi. Hal inilah yang terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal OPT) serentak yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan di enam lokasi pertanaman padi pada Jumat, 23 Januari 2026.

Salah satu kegiatan utama berlangsung di Blok Sawah Dangdeur, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, pada areal seluas 15 hektare milik Poktan Mawar Angga Putra. Di lokasi ini, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., tidak hanya memimpin aksi pengendalian penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB), tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana edukasi langsung bagi petani.

Di tengah hamparan sawah, dialog terbuka terbangun antara petani dan jajaran Diskatan. Dr. Wahyu menjelaskan secara praktis ciri-ciri penyakit hawar daun bakteri, faktor pemicu kemunculannya, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan petani sejak dini.

“Petani perlu mengenali sejak awal gejala BLB. Kalau sudah paham penyebab dan pola serangannya, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya saat berdiskusi dengan petani di lapangan.

Menurutnya, pengendalian OPT yang efektif tidak bisa hanya mengandalkan aplikasi pengendali, tetapi harus dibarengi dengan perubahan pola budidaya. Pemupukan berimbang, pengaturan jarak tanam, sanitasi lahan, serta penggunaan varietas toleran menjadi kunci agar tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Pendekatan serupa juga diterapkan Diskatan di lima lokasi lainnya yang menjadi sasaran Gerdal OPT serentak, meliputi pengendalian OPT tikus, wereng batang cokelat, serta BLB/Kresek di beberapa kecamatan. Seluruh kegiatan didampingi oleh UPTD Brigade Proteksi, POPT, serta petugas teknis wilayah untuk memastikan metode pengendalian sesuai dengan kondisi lapangan.

Pelaksanaan Gerdal OPT dimulai sejak pagi hari dan melibatkan partisipasi aktif kelompok tani. Petani tidak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi turut dilibatkan dalam proses pengamatan dan pengendalian, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah serupa secara mandiri di kemudian hari.

Dr. Wahyu menegaskan, ke depan Diskatan Kabupaten Kuningan akan terus mendorong pendekatan pengendalian berbasis pengetahuan petani dan laporan lapangan. Dengan komunikasi yang intensif antara petani, penyuluh, dan petugas teknis, serangan OPT dapat ditekan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Melalui Gerdal OPT ini, Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa perlindungan tanaman tidak hanya tentang mengatasi serangan, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan daerah. (vr)

Tags:

EdukasiKadiskatan KuninganOPTPetani
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Dari Loper Koran ke Pengelola Informasi Daerah, Perjalanan Nilai Nana Suhendra

Next

Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengguncang Kuningan,  Ancaman Nyata Cuaca Ekstrem di Tengah Krisis Iklim

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho