Dari Loper Koran ke Pengelola Informasi Daerah, Perjalanan Nilai Nana Suhendra

KARTINI (Profil) – Bagi Nana Suhendra, M.Pd, informasi bukan sekadar data yang disampaikan, melainkan amanah yang menentukan kepercayaan publik. Pemahaman itu tidak datang tiba-tiba saat ia dilantik sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, melainkan tumbuh sejak ia masih remaja yang akrab dengan bau tinta koran di pagi hari.

Setiap dini hari, jauh sebelum teknologi digital merajai ruang informasi, Nana telah belajar satu hal penting, kabar yang terlambat akan kehilangan maknanya. Bersama ayahnya, ia mengantarkan koran ke berbagai sudut Kuningan, dari perumahan hingga kantor pemerintahan. Hujan, dingin, dan jarak bukan penghalang, karena pelanggan menunggu informasi sebagai kebutuhan, bukan pelengkap.

Dari rutinitas itulah Nana memahami bahwa kecepatan dan ketepatan adalah ruh informasi. Sedikit keterlambatan bisa memunculkan keluhan, bahkan ketidakpercayaan. Nilai inilah yang kelak menjadi fondasi cara berpikirnya ketika dipercaya mengelola komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah.

Pengalaman mengantar koran juga menjadi pintu perkenalannya dengan dunia jurnalistik. Interaksi dengan para wartawan membentuk pandangannya bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan informasi. Baginya, wartawan bukan sekadar penyampai berita, tetapi penjaga nalar publik di tengah arus kepentingan.

Di balik kerasnya rutinitas pagi itu, tersimpan pula pelajaran kemanusiaan. Sosok ayah tidak hanya menjadi rekan kerja, tetapi guru kehidupan. Nasihat-nasihat sederhana dalam bahasa Sunda, disampaikan di sela perjalanan, menanamkan nilai kerendahan hati, penghormatan pada sesama, serta kepasrahan kepada Tuhan. Nilai tersebut terus melekat, bahkan ketika Nana memasuki dunia birokrasi.

Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai tenaga honorer di Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan pada tahun 2000. Perjalanan panjang hingga menjadi PNS, bertugas di kecamatan, lalu kembali ke dunia komunikasi di Diskominfo, membentuk perspektif utuh tentang pentingnya sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Kini, sebagai Kabid IKP, Nana mengemban tanggung jawab memastikan informasi publik tersaji cepat, akurat, dan bertanggung jawab. Mulai dari rilis berita resmi, layanan PPID, pengelolaan aduan masyarakat, hingga literasi digital dan penanganan hoaks, semuanya berujung pada satu tujuan yaitu menjaga kepercayaan publik.

Di tengah kesibukan, kebiasaannya membaca dan menulis tetap terjaga. Buku fiksi, nonfiksi, hingga sejarah menjadi ruang refleksi, sekaligus pengingat bahwa empati dan nalar harus berjalan beriringan dalam mengelola komunikasi publik.

Bagi Nana, jabatan bukan puncak perjalanan, melainkan lanjutan dari pelajaran lama yang pernah ia dapat di atas sepeda motor bersama ayahnya: informasi hanya akan bermakna jika disampaikan dengan jujur, tepat waktu, dan dilandasi niat melayani. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *