Program PINTAR Sasar 161 Keluarga Prasejahtera di Paninggaran, Target 10 Persen Graduasi dalam Setahun

KARTINI (Kuningan) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) di Balai Desa Paninggaran, Kecamatan Darma. Program ini digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI melalui Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, Dr. Erdi Riyo, S.E., M.M.; Kepala Pusat Latihan BPSDM Kemendes, Dicky Josephial; Kepala Kantor OJK Cirebon, Agus Muntholib; Direktur RISE Indonesia, Caroline Mangowal, Ph.D.; Asda I Kabupaten Kuningan, Drs. H. Deniawan, M.Si.; Asda II Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, S.Hut., M.T.; para kepala OPD; Camat Darma, Deni Rosmayadi; serta Kepala Desa Paninggaran, H. Nasihin.

Dalam laporannya, Dr. Erdi Riyo menyampaikan bahwa Program PINTAR di Desa Paninggaran merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong kesejahteraan keuangan masyarakat prasejahtera melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Dari data awal, tercatat 181 keluarga prasejahtera, dengan 161 keluarga menjadi fokus intervensi. Program ini menargetkan minimal 10 persen keluarga mengalami “graduasi” atau peningkatan kesejahteraan dalam satu tahun.

“Kesejahteraan keuangan bukan hanya soal akses rekening, tetapi bagaimana masyarakat mampu meningkatkan pendapatan (generating income) dan memiliki ketahanan terhadap guncangan ekonomi,” ujarnya. Menariknya, program ini berjalan tanpa alokasi APBN khusus dan mengandalkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk OJK, perbankan, lembaga pembiayaan, serta mitra pemberdayaan.

Wakil Bupati Kuningan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh pelaksanaan Program PINTAR. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., berhalangan hadir karena agenda di tingkat provinsi dan menitipkan salam kepada peserta. Wakil Bupati menekankan bahwa inklusi keuangan harus diimbangi literasi yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan baru seperti pinjaman online ilegal dan praktik “bank emok”.

“Kita tidak hanya membuka akses perbankan, tetapi juga harus membekali masyarakat dengan kemampuan mengelola keuangan dan usaha. Jangan sampai akses tersedia, tetapi literasi masih lemah,” tegasnya. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah mengesampingkan ego sektoral dan mendukung integrasi kebijakan pusat dengan potensi lokal, khususnya di Kecamatan Darma.

Sementara itu, Direktur RISE Indonesia, Caroline Mangowal, Ph.D., memaparkan hasil pendampingan terhadap 161 keluarga penerima manfaat. Sebanyak 64 persen berpendidikan terakhir SD, dengan mayoritas bekerja sebagai buruh, petani, dan pelaku usaha kecil. Sebanyak 84 persen keluarga sebenarnya memiliki kebiasaan menabung, namun masih dilakukan secara informal. Hanya 26 persen yang memiliki tabungan formal di lembaga keuangan.

Melalui pelatihan dan pendampingan, Program PINTAR mendorong pemanfaatan dompet digital. Dari 60 peserta pelatihan, 59 orang langsung membuka akun e-wallet, meningkatkan kepemilikan dari 3 persen menjadi 39 persen. Intervensi juga mencakup akses pembiayaan formal seperti PNM Mekaar dan Bumdesma, serta penguatan literasi asuransi dan jaminan sosial.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Martini, mengaku terbantu dengan pinjaman Bumdesma tanpa jaminan yang dilengkapi asuransi jiwa dan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara Ibu Oting merasakan kemudahan transaksi usaha gas dan kredit karpet melalui e-wallet.

Program PINTAR di Paninggaran akan berlangsung hingga semester pertama tahun ini. Jika target graduasi minimal 10 persen tercapai, Kabupaten Kuningan direncanakan menjadi model pembelajaran bagi daerah lain dalam penguatan inklusi keuangan berbasis pemberdayaan desa.

Kolaborasi multipihak, pendampingan berbasis data, dan inovasi layanan keuangan yang adaptif menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di Kabupaten Kuningan, khususnya Desa Paninggaran, Kecamatan Darma. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *