Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Lawan Dominasi Tengkulak, KPPU Turun Tangan “Bedah” Tata Niaga Kelapa di Kuningan
BeritaSosial Ekonomi

Lawan Dominasi Tengkulak, KPPU Turun Tangan “Bedah” Tata Niaga Kelapa di Kuningan

By admin_kartini
Mei 7, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI mulai membidik sektor perkebunan di Kabupaten Kuningan. Melalui Kantor Wilayah III, lembaga pengawas persaingan usaha ini melakukan pendalaman langsung untuk mengusut struktur pasar kelapa yang selama ini dinilai masih timpang dan merugikan petani kecil.

Langkah berani ini dilakukan menyusul indikasi lemahnya posisi tawar petani akibat ketergantungan akut pada tengkulak dan rantai pasok yang tidak transparan.

Dalam pertemuan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Senin (4/5/2026), Tim KPPU yang dipimpin Yulli Asianto melakukan pengumpulan data terkait mekanisme pembentukan harga di tingkat bawah. Fokusnya jelas: mencari tahu mengapa nilai tambah kelapa belum dirasakan maksimal oleh para petani.

Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., secara blak-blakan mengungkap kondisi lapangan yang memprihatinkan. Meski produksi kelapa Kuningan mencapai 3.588,41 ton pada 2025, mayoritas petani masih terjebak dalam pola pemasaran tradisional.

“Pemasaran kelapa saat ini masih sangat bergantung pada pasar lokal dan peran tengkulak. Industri pengolahan di daerah belum berkembang, sehingga petani tidak mendapatkan nilai tambah yang layak,” ungkap Wahyu di hadapan tim KPPU.

Kunjungan KPPU ini bukan sekadar formalitas. Lembaga ini sedang memetakan potensi adanya praktik persaingan usaha tidak sehat yang menghambat pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Dengan luas lahan mencapai 4.007 hektare, kelapa di Kuningan seharusnya menjadi komoditas strategis, bukan sekadar “tanaman pelengkap” di halaman rumah. KPPU diharapkan mampu merumuskan rekomendasi kebijakan yang bisa memaksa pelaku usaha besar atau industri pengolahan untuk membangun kemitraan yang lebih berkeadilan dengan petani rakyat.

Menanggapi pengawasan KPPU, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memacu “senjata” pendukung bagi petani. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 38.500 bibit kelapa genjah telah disalurkan. Untuk tahun 2026, Pemkab kembali mengusulkan pengembangan lahan seluas 550 hektare guna memperkuat skala ekonomi.

“Kami ingin tata niaga yang sehat. Kelapa harus jadi pengungkit ekonomi baru di pedesaan, bukan lagi komoditas yang dipermainkan pasar,” tegas Wahyu.

Sinergi antara pengawasan ketat dari KPPU dan program hilirisasi dari Pemkab Kuningan diharapkan mampu menciptakan “iklim baru”. Jika rantai tengkulak berhasil dipangkas dan kemitraan usaha diperbaiki, maka ribuan petani kelapa di Kuningan tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah potensi lahan mereka yang sangat luas. (vr)***

Tags:

Diskatan KuninganKelapaKPPU RITengkulakWahyu Hidayah
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Mahasiswa Uniku Disiapkan Jadi “Tameng” Melawan Penipuan Digital di Kuningan

Next

Perang Cerdas” di Sawah Cipakem, Kuningan Kerahkan Pasukan Alami Amankan Stok Pangan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho