Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Mimpi Besar dari Rumput Mashud Wisnusaputra, Menenun Kembali Kejayaan Sepak Bola Kuningan
BeritaOlahraga

Mimpi Besar dari Rumput Mashud Wisnusaputra, Menenun Kembali Kejayaan Sepak Bola Kuningan

By admin_kartini
Mei 14, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Di bawah langit Stadion Mashud Wisnusaputra yang cerah, Kamis (14/5/2026), riuh rendah suara anak-anak berbaju jersei warna-warni memecah keheningan. Bukan sekadar latihan biasa, hari itu menjadi tonggak awal bagi 35 tim dari berbagai penjuru Kuningan untuk memulai langkah mereka di Liga Jabar Istimewa 2026.

Momen ini bukan hanya tentang seremoni pembukaan, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk merebut kembali statusnya sebagai “Kiblat Sepak Bola Jawa Barat Wilayah Timur”.

Ketua PSSI Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, menjelaskan bahwa kompetisi ini adalah bagian dari “mesin” pembinaan serentak di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Di Kuningan sendiri, struktur kompetisi dibangun dengan sangat rapi untuk memastikan tidak ada bakat yang terlewatkan.

Dari 35 tim yang berlaga, kategori usia didominasi oleh kelompok U-12 dengan 14 tim, disusul U-10 dan U-14 masing-masing 9 tim, serta kelompok U-19 dengan 3 tim. Pembagian ini menunjukkan fokus Kuningan pada usia dini, di mana teknik dasar dan mentalitas juara mulai dibentuk.

Ada yang menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Di sudut-sudut lapangan, kamera-kamera dari Diskominfo Kabupaten Kuningan tampak bersiaga. Liga Jabar Istimewa edisi 2026 di Kuningan selangkah lebih maju dengan menghadirkan layanan live streaming.

Langkah digitalisasi ini bukan tanpa alasan. Selain memberikan kebanggaan bagi orang tua yang menonton dari rumah, siaran langsung ini menjadi “etalase” bagi para pemandu bakat untuk memantau performa talenta muda Kuningan secara digital tanpa harus hadir di stadion.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, yang membuka langsung kompetisi ini, membawa narasi optimisme yang kuat. Ia tidak hanya melihat turnamen ini sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai investasi jangka panjang.

“Prestasi tidak lahir dari kebetulan, ia lahir dari latihan yang luar biasa,” ujar Dian di hadapan para atlet muda. Ia menekankan visinya tentang restorasi sepak bola Kuningan. Targetnya jelas: dalam sepuluh tahun ke depan, putra daerah Kuningan harus mampu menembus skuad nasional hingga merambah kancah internasional.

Namun, di balik ambisi prestasi, Bupati tetap membumi dengan menitipkan pesan penting mengenai karakter. Ia meminta para pemain untuk tetap menomorsatukan pendidikan. Baginya, atlet masa depan harus cerdas secara taktik di lapangan dan cerdas secara intelektual di sekolah.

Kompetisi ini akan bergulir secara maraton hingga 13 Juni 2026. Namun, antusiasme masyarakat dipastikan tidak akan berhenti di situ. Sebagai kelanjutan dari gairah sepak bola ini, Pemkab Kuningan telah menyiapkan turnamen Bupati Cup yang dijadwalkan mulai bulan depan.

Puncaknya, partai final Bupati Cup direncanakan menjadi kado spesial pada perayaan Hari Jadi Kuningan, 1 September mendatang. Dengan agenda yang padat dan terstruktur, Kuningan tampaknya benar-benar sedang menyiapkan karpet merah bagi lahirnya bintang-bintang sepak bola masa depan Indonesia. (vr)***

Tags:

bupati kuninganOlahragaPSSISepak Bola
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Quotes Hari Ini

Next

Kolaborasi BAZNAS dan RS Juanda Hadirkan Senyum bagi Mualaf dan Dhuafa

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho