Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Bukan Sekadar Lomba, Bupati Dian Jadikan MTQ Nusaherang Benteng ‘Gempuran’ Digital dan Krisis Ekologi
BeritaSosial Ekonomi

Bukan Sekadar Lomba, Bupati Dian Jadikan MTQ Nusaherang Benteng ‘Gempuran’ Digital dan Krisis Ekologi

By admin_kartini
Mei 20, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Ada yang berbeda pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Nusaherang tahun ini. Alih-alih hanya menjadi ajang kompetisi seni membaca Al-Qur’an yang identik dengan kemeriahan panggung, perhelatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jambar, Selasa (19/5/2026), justru didorong menjadi hulu gerakan sosial-keagamaan yang masif.

Bupati Dian secara blak-blakan menggeser indikator keberhasilan MTQ. Baginya, riuh rendahnya pembukaan atau besarnya hadiah tidak lagi menjadi tolok ukur utama. Tantangan nyata yang dihadapi masyarakat hari ini jauh lebih kompleks, dekadensi moral akibat era digital dan ancaman kerusakan lingkungan.

“Indikator suksesnya MTQ bukan hanya ramainya pembukaan atau besarnya hadiah, tetapi bagaimana masjid dan musholla semakin hidup melalui Gerakan Maghrib Mengaji,” tegas Dian lugas dalam sambutannya.

Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Bupati Dian menyoroti fenomena gawai yang tidak terkendali, maraknya judi online, jeratan pinjaman online (pinjol), hingga berimbas pada tingginya angka perceraian. Rentetan masalah sosial ini dinilai memerlukan intervensi spiritual yang agresif.

Sebagai jawaban konkret, momen MTQ ini dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Maghrib Mengaji serta Daurah Imam Masjid dan Musholla. Langkah ini dinilai strategis untuk menyaring dampak negatif teknologi pada generasi muda.

“Kita ingin anak-anak hari ini tidak hanya pintar scrolling media sosial, tetapi juga lancar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” tambahnya, sembari mengajak orang tua dan tokoh masyarakat ikut bertanggung jawab menghidupkan budaya mengaji selepas Maghrib.

Uniknya, MTQ kali ini tidak hanya bicara soal urusan akhirat dan moralitas digital. Gerakan peduli lingkungan melalui penanaman pohon turut diintegrasikan ke dalam rangkaian acara.

Bupati Dian menyadari bahwa Kecamatan Nusaherang tengah menghadapi tekanan ekologis berupa alih fungsi lahan yang mengancam kawasan hijau dan sumber mata air. Melalui penanaman pohon di sela agenda MTQ, Pemkab Kuningan ingin mengirimkan pesan bahwa kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan lingkungan.

Bukan sekadar memberi arahan, Bupati Dian juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang taktis. Menanggapi keluhan warga dan pihak pesantren terkait minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) serta rusaknya akses jalan menuju Ponpes Al-Ikhlas Jambar, ia langsung memerintahkan pihak kecamatan dan desa untuk menyetorkan titik koordinat lokasi agar bisa segera dieksekusi.

Apresiasi besar juga diberikan kepada Ponpes Al-Ikhlas Jambar yang kini mengasuh lebih dari 300 santri, di mana 24 di antaranya telah hafal 30 juz, bahkan beberapa alumninya telah menembus universitas di Mesir, Yaman, hingga Turki.

Meski digelar dalam keterbatasan sumber daya, panitia MTQ Nusaherang yang melombakan cabang MHQ, Tilawah, dan Murottal ini tetap optimis dapat mengirimkan delegasi terbaiknya ke tingkat Kabupaten Kuningan.

Agenda ini turut dikawal oleh jajaran Asisten Daerah, perwakilan Kementerian Agama Kuningan, Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Nusaherang yang berkomitmen mengawal cetak biru gerakan moral dan lingkungan ini di wilayah masing-masing. (vr)***

Tags:

KecamatanMTQNusaherang
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Pengabdian Tanpa Pensiun, 150 ASN Kuningan Bersiap Alih Peran dan Sambut Inovasi “PULPEN-PNS”

Next

Bukan Sekadar Narasi, Bupati Tantang IMM Kuningan Masuk ke Sektor Industri Hijau dan Tani Modern

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho