Bukan Sekadar Narasi, Bupati Tantang IMM Kuningan Masuk ke Sektor Industri Hijau dan Tani Modern
KARTINI (Kuningan) – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., melempar tantangan terbuka bagi para intelektual muda saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kuningan Periode 2026–2027 di Gedung Pendopo Kuningan, Selasa (19/5/2026).
Di hadapan pengurus baru yang dipimpin Roy Aldillah, Bupati Dian menegaskan bahwa era menuntut mahasiswa tidak hanya jago berwacana, melainkan harus berani mengambil peran dalam transisi ekonomi daerah. Kuningan saat ini tengah bergeser menuju masyarakat industri menengah, tanpa menanggalkan identitasnya sebagai daerah pertanian dan pariwisata.
Dalam konstelasi kawasan Ciayumajakuning yang kian kompetitif, Bupati menantang IMM untuk menjadi mitra taktis yang ikut memikirkan solusi pengangguran, investasi, hingga pengembangan kawasan industri ramah lingkungan dan pertanian modern.

“Transformasi dan akselerasi gerakan menjadi sebuah keharusan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi IMM untuk memberikan kritik, saran, dan gagasan konstruktif,” ujar Bupati Dian lugas.
Bupati Dian menilai, jargon IMM yakni “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” harus diuji secara konkret di tengah masyarakat. Salah satunya adalah dengan keberanian generasi muda melirik sektor pertanian produktif dan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan sekadar menjadi pencari kerja (job seeker).
Tantangan ini dinilai relevan dengan tema yang diusung pelantikan kali ini, yaitu “Transformasi IMM Kuningan dalam Akselerasi Gerakan menuju Organisasi Progresif dan Berkemajuan.”

Senada dengan Bupati, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdan, mengingatkan para kader untuk tetap adaptif dan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya memegang teguh khitah Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) yang dibarengi dengan ketajaman moralitas serta intelektualitas dalam merespons persoalan daerah.
Di sisi lain, prosesi pelantikan ini menandai babak baru bagi IMM Kuningan. Ketua Demisioner PC IMM Kuningan, Renis Amarullah, menitipkan harapan besar agar kepengurusan Roy Aldillah mampu membawa organisasi melompat lebih jauh dan menghadirkan kontribusi yang lebih progresif dibanding generasi sebelumnya.

Ajang regenerasi kepemimpinan pemuda ini turut dihadiri oleh jajaran penting daerah, mulai dari Sekretaris Daerah Kuningan, Kadisdikbud, unsur Forkopimda, hingga perwakilan Kesbangpol.
Menariknya, momentum ini juga menjadi panggung soliditas aktivis lintas zaman dan bendera. Hadir di tengah ruangan para tokoh Muhammadiyah, alumni, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan lain seperti PMII, GMNI, HMI, dan KAMMI, yang siap mengawal transformasi peran mahasiswa Kuningan ke depan. (vr)***










