Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Ancaman Menjadi Waduk Eceng, Kuningan Berpacu dengan Waktu Selamatkan Waduk Darma
Berita

Ancaman Menjadi Waduk Eceng, Kuningan Berpacu dengan Waktu Selamatkan Waduk Darma

By admin_kartini
Juni 4, 2026
0

KARTINI (Kuningan)  – Waduk Darma, ikon pariwisata dan urat nadi ekonomi Kabupaten Kuningan, sedang menghadapi ancaman serius kehilangan identitasnya. Pertumbuhan eksponensial eceng gondok yang kini telah menutup sekitar enam hektar area perairan, memicu kekhawatiran bahwa danau buatan seluas 240 hektare ini bisa berubah menjadi “Waduk Eceng” jika tidak ditangani secara radikal.

Saat meninjau kawasan Desa Jagara, Kecamatan Darma, Rabu (3/6/2026), Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan peringatan keras mengenai kecepatan reproduksi gulma air tersebut.

“Kalau dilakukan secara manual tentu akan sangat sulit karena luasnya sudah hektaran. Dan kalau dibiarkan, tidak menutup kemungkinan lambat laun Waduk Darma berubah menjadi Waduk Eceng,” ujar Bupati Dian di hadapan hamparan hijau gulma.

Berdasarkan data lapangan, satu batang eceng gondok mampu berkembang biak dan menyebar hingga satu meter persegi hanya dalam waktu satu bulan. Kecepatan pertumbuhan alami ini diakui telah mengalahkan ritme kerja pembersihan manual yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Jika dibiarkan tanpa intervensi teknologi dan skala besar, dampaknya akan fatal:

  • Sektor Pariwisata: Penurunan drastis daya tarik wisata yang menjadi penopang ekonomi warga.
  • Fungsi Ekologis: Mengganggu fungsi waduk sebagai sumber daya air dan menghambat aktivitas nelayan/warga sekitar.

Menyadari bahwa Pemkab Kuningan tidak bisa berjalan sendiri dengan keterbatasan alat, Bupati Dian mengambil langkah taktis untuk menerobos sekat birokrasi. Pemkab akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menurunkan alat berat.

Di level akar rumput, aksi darurat bertajuk “Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok” (Garpu Sendok) yang melibatkan komunitas lingkungan, babinsa, dan warga akan diaktifkan kembali.

Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak ingin terjebak dalam wacana. Sebagai bentuk keseriusan, mobilisasi massa dan operasi pembersihan skala besar dijadwalkan akan langsung digulirkan pada akhir pekan ini.

“Kita akan turun direncanakan mulai hari Jumat untuk melakukan langkah-langkah penanganan penyebaran Eceng Gondok,” pungkas Dian, menegaskan bahwa penyelematan aset strategis daerah ini adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda lagi. (vr)**

Tags:

bupati kuninganDarmaEcengWaduk
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Bukan Sekadar Penyalur Bansos, Pendamping PKH Kuningan Kini Jadi “Garda Data” dan Pendidikan

Next

Sinyal Budaya dari Cigugur, Ketika Seribu Pelita Menjadi Benteng Peradaban Nusantara

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho