Tertibkan Aset 716 Sekolah, Disdikbud Kuningan Gunakan Aplikasi Digital ATISISBADA untuk Cegah Kebocoran
KARTINI (Kuningan) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan bergerak cepat mengatasi kekosongan kepemimpinan di ratusan satuan pendidikan. Langkah akselerasi pengangkatan kepala sekolah definitif ini dinilai krusial karena kepemimpinan yang tidak stabil di sekolah berdampak langsung pada penurunan mutu pendidikan siswa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Pd, saat menjadi narasumber utama dalam siaran TVRI Jawa Barat Hari Ini, Jumat (12/6/2026) sore. Acara tersebut merupakan program kerja sama antara TVRI Jawa Barat dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan.
Carlan menegaskan bahwa kepala sekolah adalah kunci utama penggerak kualitas belajar-mengajar. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, Disdikbud telah melantik 387 kepala sekolah definitif di berbagai jenjang.
“Kepala sekolah adalah kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu, pelantikan Gelombang IV sudah kami jadwalkan pada 15 Juni 2026 mendatang agar tidak ada lagi sekolah yang kehilangan arah kepemimpinan,” ujar Carlan tegas.
Selain pembenahan SDM pemimpin sekolah, Carlan membeberkan dua program strategis lainnya yang menjadi fokus di tahun 2026:
- Digitalisasi Aset Sekolah: Disdikbud tengah menertibkan tata kelola sarana prasarana di 638 SD dan 78 SMP menggunakan aplikasi ATISISBADA. Sistem digital ini memaksa pelaporan aset menjadi lebih transparan, valid, dan mencegah perencanaan bantuan yang salah sasaran.
- Pengembangan Rintisan Sekolah Unggulan: Disdikbud mengubah paradigma “sekolah unggulan” yang selama ini hanya diukur dari nilai akademik. Saat ini, ada enam sekolah rintisan unggulan yang difokuskan pada penguatan karakter, inovasi, dan lingkungan. Salah satunya TK Negeri Pembina Ciloa yang dinilai sukses lewat program pembiasaan 5S.
“Pengembangan sekolah unggulan tidak lagi sekadar soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter, budaya mutu, serta kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Carlan.
Melalui perombakan tata kelola yang modern dan berbasis data digital ini, Disdikbud Kuningan optimistis sistem pendidikan di daerah tidak lagi berjalan di tempat, melainkan bergerak adaptif dalam mencetak generasi masa depan yang kompetitif. (vr)**










