Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Camat Deny Akan Menjadikan Eceng Gondok Bernilai Ekonomis
BeritaSosial Ekonomi

Camat Deny Akan Menjadikan Eceng Gondok Bernilai Ekonomis

By admin_kartini
Juli 8, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Persoalan eceng gondok yang disebut sebagai gulma penutup keindahan Waduk Darma segera ditangani serius oleh pihak pemerintah, terutama pihak Kecamatan Darma akan menjadi garda terdepan dalam pembersihan eceng gondok tersebut.

Koordinator Tekhnis yang juga Camat Darma Deny Rosmayadi, S. STP., M. Si., saat meninjau Waduk Darma pada Rabu, 8 Juli 2026, menjelaskan, pembersihan eceng gondok yang menutupi sebagian Waduk Darma akan segera dilakukan secara rutin setiap Jumat, Sabtu dan Minggu dengan melibatkan para relawan dari Jaswita, Ecopark, para pelaku usaha yang ada di seputar Waduk Darma maupun daerah penyangganya, masyarakat umum dan pihak-pihak lainnya yang peduli terhadap lingkungan dan wisata.

“Melalui Garpu Sendok (Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok) yang telah dicanangkan Pak Bupati pada bulan lalu akan terus berkesinambungan, sehingga nanti, kedepannya eceng gondok bisa dimanfaatkan sebagai pendukung kehidupan dan penghidupan sebagai manusia, dan menjadi berkah buat kita semua, sehingga bisa bernilai rupiah, “papar Deny didampingi dari Markom Jaswita, Irvan Maulana.

Ada beberapa langkah yang akan ditempuh dalam penanganan eceng gondok tersebut, diantaranya dengan melibatkan Litbang dari Unpad, dimana eceng gondok bisa diolah menjadi pupuk. Tanaman terapung air tersebut pun rencananya akan dibatasi perkembangannya melalui sistem zonasi, karena memang pertumbuhan eceng gondok begitu cepat, dan mengikuti arus angin. Selain itu, masyarakat sekitar Darma pun akan dilibatkan dalam pengolahan maupun pemanfaatan dari eceng gondok itu.

Ditambahkan Camat Deny, untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kuningan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan dukungan peralatan dan skema penanganan yang lebih efektif.

Sementara itu, sekitar satu bulan yang lalu, dari hasil pemantauan ada sekitar 6 hektar area perairan telah tertutup eceng gondok dari total luas waduk yang mencapai lebih dari 240 hektare. Meski berbagai upaya pembersihan telah dilakukan oleh masyarakat, pemerintah desa, maupun pemerintah daerah, laju pertumbuhan tanaman tersebut dinilai jauh lebih cepat dibanding proses penanganannya.

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat melakukan Garpu Sendok merasa prihatin, dan jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, keberadaan eceng gondok berpotensi mengganggu fungsi waduk sebagai sumber daya air, menghambat aktivitas masyarakat, hingga menurunkan daya tarik wisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga sekitar.

Menjaga Waduk Darma, menurutnya, bukan hanya soal membersihkan gulma air, melainkan menjaga aset strategis daerah yang memiliki nilai ekonomi, lingkungan, dan pariwisata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (kh) **

Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Muswil V Forum TBM Jabar, Iful Saefuloh Terpilih Aklamasi, Siap Akselerasi Budaya Literasi Berbasis Digital

Next

Tuah Mantan Manajer di Sriwedari, Ketika Kehadiran Bupati Dian Bakar Mental Juara PESIK Kuningan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho