Dari Syiar Baitullah Menuju Negeri Sakura, Dedikasi Insani Prof. Dewi Laelatul Badriah,M.Kes., yang Berbuah Manis
KARTINI – Menjalankan peran mulia sebagai pensyiar Baitullah bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk mengantarkan kerinduan umat menuju Tanah Suci. Ketika tugas suci itu dijalankan dengan penuh keikhlasan, ketekunan, dan cinta, maka berkah demi berkah akan mengalir tanpa henti.
Kisah penuh inspirasi ini tecermin nyata dalam sosok Prof. Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah, M.Kes., AIFO. Melalui keteguhan niat dan kerja kerasnya, perempuan inspiratif ini berhasil membuktikan bahwa ketulusan memfasilitasi perjalanan ibadah para jemaah senantiasa membuahkan penghargaan yang membanggakan.
Langkah perjuangan Prof. Dewi mendapat pengakuan indah dalam ajang bergengsi “Gathering Pensyiar Baitullah 1447 H/2026 M” yang digelar di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026 lalu. Acara akbar tahunan yang mempertemukan para penggerak syiar dari berbagai penjuru tanah air ini menjadi saksi momen istimewa bagi sang profesor.
Atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa yang ia torehkan dalam mengajak serta membantu masyarakat beribadah ke tanah suci, PT Arminareka Perdana menganugerahkan Reward istimewa berupa perjalanan eksklusif ke Negeri Sakura, Jepang.
Penghargaan ini bukan sekadar hadiah liburan, melainkan wujud penghormatan atas energi, waktu, dan doa-doa yang telah Prof. Dewi tanamkan sepanjang perjalanannya mendampingi umat. Berhasil menembus target dan meraih pencapaian tertinggi di Arminareka Perdana adalah bukti nyata kemampuannya dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Di luar aktivitas syiar Baitullah, Prof. Dewi merupakan sosok akademisi tangguh yang dihormati. Sebagai Guru Besar sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan (YPBHK) yang menaungi Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), ia adalah perwujudan nyata dari wanita modern yang mampu menjaga keseimbangan hidup.
Di satu sisi, ia bertanggung jawab besar dalam memajukan dunia pendidikan tinggi di wilayah Kuningan dan sekitarnya melalui UBHI. Di sisi lain, hatinya yang sarat akan empati selalu terpaut pada aksi-aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial, termasuk dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Bagi sebuah keluarga, figur Prof. Dewi mengajarkan pesan yang sangat berharga: bahwa kesuksesan sejati lahir dari konsistensi, karakter yang kuat, serta niat untuk memuliakan sesama. Mengatur waktu antara tanggung jawab memimpin yayasan perguruan tinggi yang besar dengan ketulusan melayani jemaah tentu bukanlah perkara mudah. Namun, dengan manajemen hati dan dukungan penuh dari keluarga tercinta, batasan-batasan itu berhasil ia lampaui.
Kini, bersiap melangkah menuju keindahan musim di Jepang, Prof. Dewi membawa cerita baru yang siap dibagikan kepada keluarga, kolega di UBHI, dan lingkungan sekitarnya. Hadiah ke negeri Sakura ini diharapkan dapat menjadi penyegar semangat baru untuk terus menebar manfaat yang lebih luas. (vr)**










