Bukan Sekadar Kawinkan Gelar Tuan Rumah dan Juara Umum, MTQ Ke-50 Kuningan Jadi Pijakan Menuju Level Nasional
KARTINI (Kuningan) — Dominasi Kecamatan Sindangagung sebagai tuan rumah sekaligus Juara Umum menandai resminya penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan, Rabu (22/6/2026). Namun, di balik selebrasi tersebut, ajang emas pertengahan abad ini sejatinya menjadi sinyal awal pembinaan ketat bagi para kafilah menuju level yang lebih tinggi.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.Kn, yang menutup acara secara resmi, menegaskan bahwa piala juara tingkat kabupaten bukanlah akhir tujuan, melainkan titik mula persaingan riil di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga Nasional.

“Selamat kepada para peserta yang telah berhasil meraih prestasi. Jangan berpuas diri, tingkatkan terus kemampuan yang dimiliki. Tanamkan dalam diri keinginan kuat agar menjadi qori-qori’ah nasional bahkan internasional,” ujar Wabup Tuti.
Sisi krusial dari pasca-perhelatan ini ada pada keberlanjutan pembinaan. Menanggapi iklim kompetisi MTQ Jawa Barat yang makin ketat, Pemkab Kuningan memberi instruksi langsung kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di semua tingkatan untuk tidak “tidur” setelah acara selesai.

Wabup menuntut LPTQ kabupaten dan kecamatan melakukan pembinaan berkesinambungan secara terstruktur untuk seluruh cabang perlombaan—mulai dari tilawah hingga hifdzil Qur’an. Targetnya jelas, Kuningan harus menembus jajaran papan atas dalam ajang regional mendatang.
Bagi peserta yang belum menyabet gelar, momentum ini dinilai sebagai bahan evaluasi dan pemicu semangat untuk menempa diri pada pelaksanaan berikutnya. Melalui dukungan sinergis dari panitia, Dewan Hakim, Forkopimda, hingga warga Sindangagung, MTQ Ke-50 ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan pencetak generasi Qur’ani yang siap membawa harum nama daerah di panggung nasional. (vr)**










