Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Ormawa Uniku Lakukan Aksi Penanaman Vetiver di Lereng Kritis Ciremai
BeritaPendidikan

Ormawa Uniku Lakukan Aksi Penanaman Vetiver di Lereng Kritis Ciremai

By admin_kartini
Agustus 20, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Dalam upaya memperkuat mitigasi bencana alam dan pemulihan vegetasi di kawasan rawan longsor, Tim Pelaksana PPK Ormawa bersama anggota Ormawa Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Kuningan (HMS UNIKU), Pemerintah Desa Pajambon, serta jajaran mitra eksternal menggelar aksi ekologi bertajuk “Penanaman Tanaman Pengikat Tanah” pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.30 WIB, aksi lingkungan ini berfokus pada penanaman rumput vetiver (Vetiveria zizanioides) dan berbagai jenis tanaman berakar kuat di sepanjang lereng kritis Desa Pajambon guna memperkokoh struktur tanah.

Rangkaian kegiatan diawali oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa HMS UNIKU yang bertindak sebagai koordinator utama. Anggota Ormawa HMS UNIKU turut turun langsung ke lokasi lereng untuk memobilisasi massa, menyiapkan peralatan penggalian, serta mendampingi para peserta agar proses penanaman memenuhi kaidah teknis konservasi tanah.

Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Pajambon, di mana Kepala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih, hadir secara langsung mendampingi seluruh prosesi, mengarahkan lokasi penanaman, dan melakukan penanaman tanaman pengikat tanah secara simbolis. Penanaman simbolis tersebut sekaligus menjadi penanda dibukanya gerakan bersama pemulihan vegetasi lereng dan wujud penguatan koordinasi dengan pemerintah desa.

Aksi nyata ini semakin diperkuat oleh kolaborasi lintas sektoral dari berbagai mitra eksternal. Perhutani dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memberikan arahan terkait teknis penanaman, melakukan simbolis penanaman serta memberikan arahan langsung ketika di lokasi penanaman.

Selain itu, Perhutani juga memberikan tambahan bibit tanaman pengikat tanah berupa bibit durian dan alpukat. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama KUA Kramatmulya berkontribusi memberikan tambahan tanaman berakar kuat guna memperkokoh zona rawan berupa pohon mangga, pohon kelapa, pohon durian dan pohon petai. Di sisi lain, Mapala Timbal dan Komunitas Akar berpartisipasi aktif melakukan aksi fisik penanaman langsung di sepanjang lereng.

Meski sempat dihadapkan pada kendala lapangan berupa topografi lereng yang sangat curam, terjal, serta jalur setapak yang licin dan berisiko tinggi, aksi penanaman tetap berjalan lancar dan aman.

Kesigapan Tim Komunitas Akar yang mengoperasikan peralatan keselamatan dan perintisan akses lereng seperti penggunaan tali pengaman dan skenario pemanjatan membuat titik-titik terjal yang sulit dijangkau dapat diakses dengan selamat. Melalui keterlibatan seluruh elemen ini, gerakan pemulihan vegetasi diharapkan mampu meminimalisir risiko bencana tanah longsor. (kh) ***

Author

admin_kartini

Other Articles
crop friends stacking hands together
Previous

Quotes Hari Ini

Next

Melalui GEMA SAUMIMA, Warga Kuningan Diajak Rawat Makam Leluhur dan Doa Bersama Serentak

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho