Melalui GEMA SAUMIMA, Warga Kuningan Diajak Rawat Makam Leluhur dan Doa Bersama Serentak
KARTINI (Kuningan) — Laju pembangunan yang pesat di Kabupaten Kuningan dipastikan tidak akan memutus keterikatan masyarakat terhadap akar sejarah dan kearifan lokalnya. Pemerintah Kabupaten Kuningan secara resmi menggulirkan Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam (GEMA SAUMIMA) melalui Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 400.8/29/KESRA/2026.
Ditetapkan oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., gerakan ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi mulasara karuhun—nilai budaya Sunda yang religius dan beradab dalam merawat, menjaga, serta mendoakan para leluhur dan pejuang daerah.
Pencanangan awal GEMA SAUMIMA dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan pada Jumat (21/8/2026). Ke depan, aksi gotong royong ini dijadwalkan menjadi agenda rutin setiap Jumat pada minggu pertama setiap bulannya, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
“Kemajuan tidak boleh memutus akar. Visi Kuningan Melesat harus tetap berjalan beriringan dengan rasa hormat, pemeliharaan, dan pengenangan atas jasa-jasa para pendahulu yang meletakkan dasar pembangunan daerah ini,” tegas Bupati Dian dalam ketentuannya.
Aksi GEMA SAUMIMA tidak sekadar membersihkan rumput, sampah, dan saluran air di area makam keluarga, pemakaman umum, hingga makam bersejarah. Lebih dari itu, kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini dirancang untuk melibatkan generasi muda, pelajar, Karang Taruna, serta komunitas budaya agar mengenal rekam jejak keteladanan para tokoh agama dan sesepuh desa setempat.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat, GEMA SAUMIMA diharapkan memperkokoh karakter warga Kuningan yang Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh (MELESAT) tanpa kehilangan identitas kebudayaannya. (vr)**










