Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Lebih dari Sekadar Bagi-Bagi Telur, Pemkab Kuningan & 16 Perusahaan Unggas Keroyokan Lawan Stunting
BeritaSosial Ekonomi

Lebih dari Sekadar Bagi-Bagi Telur, Pemkab Kuningan & 16 Perusahaan Unggas Keroyokan Lawan Stunting

By admin_kartini
Agustus 28, 2026
0

KARTINI (Kuningan) — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Gerakan Minum Susu (Gerimis) dan Gerakan Makan Telur (Gematel) di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar, Jumat (28/8/2026). Program ini dihadirkan untuk mendongkrak konsumsi protein hewani pada ibu hamil dan balita sebagai ikhtiar mempercepat penurunan angka stunting di wilayah lokus penanganan.

Namun, di balik seremonial peluncuran tersebut, terdapat agenda penting yang diuji: sejauh mana efektivitas pembagian gizi ini dalam mengubah pola konsumsi masyarakat secara permanen, bukan sekadar menjadi bantuan sesaat?

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH., M.Kn., menegaskan bahwa stunting tidak boleh dipandang sebatas hitung-hitungan angka prevalensi di atas kertas. Di balik setiap statistik, ada masa depan anak-anak daerah yang dipertaruhkan.

“Stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi menyangkut masa depan generasi kita. Dari keluarga yang sehat, lahir generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat, Kuningan Melesat,” tegas Wabup Tuti.


Salah satu poin pembeda dalam program Gerimis dan Gematel ini adalah tingginya keterlibatan sektor usaha peternakan lokal. Sebanyak 16 pelaku usaha dan koperasi peternakan—mulai dari PT New Hope Farm Indonesia, PT Charoen Pokphand Jaya Farm, PT AS Putra Group, hingga Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya—ditarik ke dalam konsorsium penanganan stunting.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Dr. A. Taufik Rohman, M.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa intervensi stunting tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial. Penanganan harus dimulai sejak pencegahan masa kehamilan, pemenuhan gizi, hingga edukasi pola asuh.

“Keberhasilan program ini nantinya tidak semata diukur dari berapa kali kegiatan digelar atau berapa butir telur yang dibagikan, melainkan dari perubahan status gizi, pola konsumsi harian, dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Taufik.


Pelibatan 16 perusahaan peternakan besar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi modal sosial yang kuat bagi Pemkab Kuningan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Meski demikian, ketergantungan pada CSR menyimpan tantangan tersendiri terkait konsistensi pasca-acara peluncuran.

Pemerintah daerah dituntut memastikan bahwa pembagian susu dan telur ini dibarengi dengan edukasi gizi yang masif. Tanpa pemahaman yang benar di tingkat keluarga, kebiasaan konsumsi protein hewani berisiko berhenti saat pasokan bantuan CSR usai.

Masyarakat Kuningan kini menanti keberlanjutan intervensi ini—apakah kolaborasi pemerintah dan raksasa peternakan ini mampu secara konsisten menekan grafik stunting hingga ke titik terendah. (vr)**

Tags:

Diskanak KuninganGEMATELGERIMISWabup Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Hentikan Ritus “Asal Upload”, Diskominfo Kuningan Gembleng 75 Admin Medsos Agar Tak Gagap Kelola Aduan Warga

word integrity on blue background
Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho