Perkuat Sinergi Pegiat Literasi Kuningan, Saujana Literasi Sesi 2 Sukses Gelar Diskusi Terpumpun dan Kerjasama Lintas Komunitas
KARTINI (Kuningan) – Rangkaian gerakan Saujana Literasi memasuki sesi kedua melalui gelaran Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) bagi para pegiat literasi se-Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang bertajuk “Kolaborasi dan Inovasi Penggerak Literasi Kuningan Dalam Pengembangan Program TBM Yang Berkelanjutan” ini berlangsung di Perpustakaan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) Kadugede pada Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 42 peserta yang mewakili berbagai elemen gerakan literasi daerah, mulai dari pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Perpustakaan Desa, Duta Baca, hingga berbagai komunitas literasi lokal lainnya.

Sebagai langkah nyata dalam memperkuat jejaring gerakan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (MoU) antarlembaga. Kerjasama antara Perpustakaan UBHI yang ditandatangani langsung oleh Kepala Perpustakaan UBHI, Muflihah, SIP., Sekolah Alam Bratakasian, Forum TBM Kabupaten Kuningan, serta TBM Rumah Baca Pustaka Redila selaku pihak penyelenggara program Saujana Literasi.
Apresiasi tinggi datang dari salah satu peserta, Piping dari Perpustakaan Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya. Ia mengungkapkan bahwa forum ini memberikan dampak nyata bagi pengelola perpustakaan di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan bermanfaat bagi kami di perpustakaan desa. Selain membuka wawasan baru tentang inovasi program, kami juga mendapatkan kesempatan luas untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan komunitas literasi lainnya di Kuningan,” ungkap Piping.
Seluruh rangkaian program Saujana Literasi ini merupakan bentuk realisasi dari Bantuan Pemerintah (Banpem) Kemendikbudristek Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Tahun 2026 yang dialokasikan khusus bagi penguatan komunitas literasi.

Ketua TBM Rumah Baca Pustaka Redila sekaligus Ketua Pelaksana, Tety Triana, S.Pd., berharap kolaborasi yang terjalin tidak sekadar berhenti pada seremoni penandatanganan saja.
“Melalui diskusi terpumpun dan penandatanganan kerja sama ini, kami berharap tercipta ekosistem literasi di Kabupaten Kuningan yang lebih solid dan inovatif. Semoga sinergi antar-komunitas, akademisi, dan penggerak literasi ini melahirkan program-program TBM yang berkelanjutan serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tutur Tety. (vr)**