Ratusan Jemaah Alfattah Padati Tabligh Akbar Cecep Darussalam
KARTINI (Kuningan) – Ratusan jemaah dari berbagai pelosok nampak memadati halaman Masjid Alfattah Desa Babakanjati Kec. Cigandamekar Kuningan, pada Sabtu malam, 5 September 2026. Mereka antusias menyimak tausiyah yang disampaikan KH. Cecep Darussalam Ubaidillah Hasim.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittihadiyyah Kabupaten Pangandaran tersebut menyampaikan pesan keikhlasan dan perbaikan diri (introspeksi). Peringatan Maulid Nabi pun tidak sekedar seremonial, tapi harus dijadikan momentum untuk membersihkan hati dan menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah.
“Hikmah terbesar dari Maulid adalah meniru keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sifat jujur, amanah, sabar, hingga bagaimana beliau berinteraksi dengan sesama manusia secara santun dan penuh kasih sayang,” papar KH. Cecep, dihadapan jemaah AlFattah tersebut.
Ustadz Cecep pun menyampaikan pesan keseimbangan antara Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Beliau menekankan pentingnya kesalehan spiritual yang diiringi dengan kesalehan sosial. Meneladani Nabi berarti juga harus peduli terhadap lingkungan sekitar, membantu yang lemah, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Arriyadl, Ustadz Mahfudin didampingi pengasuh AlFattah, Oji Saroji menjelaskan, selain tabligh akbar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H itu diisi pula dengan berbagai kegiatan, dari mulai penampilan kreasi anak-anak TK Arriyadl, TPA Arriyadl, dan Majlis Taklim AlFatah.

“Alhamdulillah, mereka penuh semangat mengikuti berbagai kegiatan, dari mulai tarian anak TK, tarian anak TPA hingga hadroh ibu-ibu Majelis Taklim, dan juga hadroh bapak-bapaknya. Mereka terus semangat mengikuti kegiatan sejak pagi hingga malam harinya. Belum lagi persiapannya yang cukup menguras tenaga. Saya haturkan terima kasih kepada semuanya, khususnya segenap panitia yang sudah berjibaku mengadakan kegiatan rutin tahunan ini, “papar Mahpudin.
Oji menambahkan, tradisi tahunan Maulid Nabi di Masjid AlFatah biasanya hanya digelar secara sederhana. Namun di tahun 2026 ini, peringatatannya cukup meriah. Hal tersebut dilakukan semata karena bentuk rasa syukur dan untuk meningkatkan ukhuwwah islamiyah, khususnya dilingkup jemaah AlFatah.

Kekompakan itu pun diperlihatkan lewat penampilan grup Hadroh perempuan dan Hadroh laki-laki. Hadroh ‘Haur Jati’ yang personelnya bapak-bapak pun tidak mau kalah dengan penampilan Hadroh ibu-ibu yang selalu tampil piawai. Kendati usia personel Haur Jati tidak lagi muda, tapi saat menabuh genjring mereka cukup energik dan memukau para jamaah.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari itu nampak dihadiri dari unsur pemerintah Kecamatan Cigandamekar, Pemerintah Desa Babakanjati, tokoh masyarakat, para alim ulama dari berbagai pelosok dan luar daerah. (kh) **