Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Artikel/Jangan Sampai Terkecoh! Ini Tanda-Tanda Halus Seseorang yang Suka “Main Psikis” di Sekitar Kita
a woman in a white outfit playing chess on a giant chessboard
Artikel

Jangan Sampai Terkecoh! Ini Tanda-Tanda Halus Seseorang yang Suka “Main Psikis” di Sekitar Kita

By admin_kartini
Oktober 8, 2026
0

KARTINI – Pernahkah Anda merasa kelelahan secara emosional setelah mengobrol atau menghabiskan waktu dengan seseorang, padahal tidak terjadi perdebatan besar? Atau, merasa seolah-olah ingatan dan perasaan Anda sendiri sering disalahkan? Hati-hati, bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki perilaku manipulatif.

Di dalam keluarga, sebagai lingkaran terdekat, kita tentu ingin setiap anggota keluarga—terutama anak atau saudara perempuan kita—mendapatkan lingkungan yang aman dan penuh kasih. Namun sayangnya, perilaku manipulatif tidak selalu datang dengan bentakan atau kekerasan fisik. Sering kali, sifat ini bersembunyi di balik senyuman manis, perhatian yang berlebihan, atau kata-kata yang seolah-olah demi kebaikan kita. Agar kita semua bisa saling menjaga dan waspada, yuk kenali beberapa ciri halusnya berikut ini:

1. Gaslighting: Membuat Kita Meragukan Ingatan Sendiri

Pernah dengar kalimat, “Ah, masa begitu? Kamu salah ingat, deh!” Padahal kita sangat yakin dengan apa yang terjadi. Orang yang manipulatif sering kali memutarbalikkan fakta hingga membuat korbannya merasa bingung, bahkan meragukan kewarasan atau ingatannya sendiri.

2. Berperan Menjadi Korban (Playing the Victim)

Lucunya, ketika kita menegur kesalahannya, dia justru membalikkan keadaan. Alih-alih meminta maaf, dia malah memasang wajah sedih, menangis, atau menyalahkan kita seolah-olah kitalah orang paling jahat di dunia. Ujung-ujungnya? Kita yang merasa bersalah dan buru-buru meminta maaf duluan.

3. Perhatian yang Terlalu Cepat di Awal (Love Bombing)

Di awal kedekatan, dia bisa sangat luar biasa—memberikan pujian setinggi langit, perhatian tanpa henti, dan membuat kita merasa menjadi orang paling spesial. Tapi waspadai ini, karena sering kali itu adalah cara cepat untuk “membeli” hati kita, sebelum akhirnya sikap aslinya yang suka mengontrol mulai muncul perlahan-lahan.

4. Menghukum Lewat Diam (Silent Treatment)

Alih-alih duduk bersama untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, dia justru memilih mendiamkan kita berhari-hari tanpa kejelasan. Taktik ini sengaja dipakai agar kita merasa cemas, bersalah, dan akhirnya mengalah demi mendapatkan perhatiannya kembali.

5. Perlahan-lahan Membatasi Ruang Gerak

Hubungan yang sehat memberikan ke ruang untuk bertumbuh dan punya kehidupan sosial. Sebaliknya, orang yang manipulatif secara perlahan akan mencoba menjauhkan kita dari sahabat atau keluarga, membuat kita merasa bahwa “hanya dia satu-satunya yang benar-benar peduli.”

Rumah Harus Menjadi Tempat yang Paling Aman

Keluarga adalah tempat pulang yang seharusnya memberikan rasa aman, ketenangan, dan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Dengan mengenali ciri-ciri di atas sejak dini, kita bisa saling mengingatkan dan melindungi orang-orang tersayang dari hubungan yang tidak sehat.

Ingat, intuisi kita biasanya tidak pernah salah. Jika sebuah hubungan membuat kita sering merasa cemas, takut salah, dan kehilangan rasa percaya diri, itu adalah sinyal kuat untuk melangkah mundur dan menceritakannya kepada keluarga tercinta. Yuk, jadikan rumah kita tempat berdiskusi yang terbuka dan hangat untuk saling menjaga! (vr)**

Tags:

artikelGaslightingLove Bombingmanifulatifplaying victimsilenttanda-tandatreatment
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Belum Beroperasi Sudah Gelontorkan CSR Miliaran, Bupati Dian Apresiasi Rencana Investasi PT New Hope di Kalimanggis

close up of motto from scrabble letters
Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho