Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Artikel/Menanam Dini, Memanen Indah,  Mengukir Masa Tua yang Mulia dan Bahagia
Artikel

Menanam Dini, Memanen Indah,  Mengukir Masa Tua yang Mulia dan Bahagia

By admin_kartini
Oktober 11, 2026
0

KARTINI – Setiap orang tentu mendambakan masa tua yang bahagia. Siapa yang tidak ingin memasuki usia senja dalam keadaan sehat walafiat, dihormati masyarakat, dicintai anak cucu, serta dikenang sebagai pribadi yang menenteramkan?

Namun, realitas kehidupan menunjukkan tidak semua orang menikmati indahnya usia senja. Ada yang semakin bertambah usianya semakin dimuliakan, nasihatnya dinanti, dan doanya diharapkan. Sebaliknya, ada pula yang menjalani masa tua dalam kesepian, kehilangan penghormatan, bahkan dipenuhi penyesalan mendalam karena merasa dijauhi oleh anak cucunya sendiri.

Dalam pandangan Islam, masa tua bukan sekadar hasil dari bertambahnya angka usia, melainkan buah dari apa yang kita tanam di masa muda. Apa yang kita tabur hari ini akan menentukan apa yang kita tuai kelak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)

Hal-Hal yang Berisiko Mengikis Kemuliaan di Masa Tua

Ajaran Islam mengingatkan bahwa perbuatan buruk yang terus-menerus dilakukan sewaktu muda dapat meninggalkan jejak kelam hingga seseorang memasuki usia lanjut:

  • Durhaka kepada Orang Tua

Dosa menyakiti orang tua berisiko dibalas tunai oleh Allah di dunia. Mereka yang memuliakan orang tuanya akan memanen keberkahan keluarga. Sebaliknya, yang menyakiti orang tua berisiko merasakan perlakuan serupa dari anak cucunya kelak.

  • Kesombongan dan Kezaliman

Saat muda, kuat, berkuasa, atau berharta, sebagian orang rentan meremehkan sesama. Ketika usia tua datang dan fisik melemah, barulah disadari bahwa penghormatan sejati berasal dari akhlak yang mulia, bukan dari jabatan atau harta.

  • Lisan yang Tak Terjaga

Ghibah, fitnah, perkataan kasar, dan penghinaan mungkin terasa ringan di bibir saat muda. Namun saat tua, lisan yang tajam justru membuat sahabat, tetangga, dan kerabat menjauh.

  • Mencari Harta Haram

Korupsi, penipuan, riba, dan mengambil hak orang lain tidak membawa keberkahan. Harta haram kerap menjadi sumber kegelisahan, memicu penyakit di usia tua, serta merusak keharmonisan keluarga.

  • Melalaikan Shalat dan Ibadah

Menunda taubat dan mengabaikan shalat di masa muda membuat hati terasa hampa dan penuh rasa takut ketika menghadapi kematian di masa tua.

  • Mengabaikan Pendidikan Akhlak Anak

Hanya memberi fasilitas materi tanpa pendidikan agama dan kasih sayang akan mencetak anak yang asing dengan orang tuanya. Anak membutuhkan teladan iman dan akhlak sejak dini agar kelak menjadi pelipur lara di hari tua.

  • Berlaku Buruk pada Pasangan Hidup

Merendahkan atau menyakiti pasangan sewaktu muda dapat mengikis rasa cinta. Saat fisik melayu dan sakit-sakitan, pasangan yang tersakiti hanya akan merawat tanpa landasan kehangatan cinta.

Langkah Bijak Menjemput Hari Tua yang Bahagia

Kabar baiknya, pintu perbaikan selalu terbuka selama hayat masih dikandung badan. Mari kita bangun fondasi masa depan yang indah melalui langkah-langkah berikut:

  1. Perbanyak Amal Saleh Sejak Muda

Amal saleh yang dipupuk sejak muda akan menjaga kemuliaan seseorang hingga akhir hayatnya. Rasulullah ﷺ menyebutkan salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Segera Bertaubat dan Jangan Menunda

Jangan menunggu usia tua untuk menjadi baik, sebab tidak ada jaminan usia kita sampai ke sana. Hari terbaik untuk kembali ke jalan Allah adalah hari ini.

3. Manfaatkan “Masa Emas” dengan Maksimal

Kekuatan fisik, kreativitas, dan semangat berkarya berada pada puncaknya saat muda. Gunakan kesempatan ini untuk menuntut ilmu, membina karakter, dan menebar manfaat. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)

4. Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Kemuliaan seseorang diukur dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya bagi sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Pesan Hangat untuk Kita Semua

Mari kita hiasi hari-hari kita dengan amalan yang menenteramkan hati:

  • Muliakan orang tua yang masih ada dan doakan mereka yang telah berpulang.
  • Hormati yang lebih tua agar anak-anak kita belajar menghormati kita kelak.
  • Gunakan kesehatan dan waktu luang untuk beribadah, berkarya, serta membantu sesama.
  • Jagalah lisan agar ucapan kita senantiasa menyejukkan dan membuahkan doa kebaikan dari orang lain.
  • Basahi hati dengan zikir dan takwa agar hidup tenang di setiap jenjang usia.

Masa tua yang indah dan mulia tidak hadir secara kebetulan. Ia dibangun sedikit demi sedikit melalui bentangan iman, akhlak yang santun, ilmu yang bermanfaat, serta ketulusan dalam berbuat baik kepada sesama. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita, melindungi kita dari kekhilafan, serta menganugerahkan masa tua yang mulia, penuh ketenangan, dicintai keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, dan diakhiri dengan husnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lam bish-shawab.

Bio Narasi Penulis :

Riki Irfan Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Pemerhati Lingkungan, & Penulis Buku Mitigasi Bencana Alam dan Pegiat Literasi.

Tags:

BahagiabijaksanaMASA tUAmenikmatiMULIA
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Berupaya Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Perpustakaan Desa Silebu ‘Syiar Ilmu’ Resmi Diresmikan

Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho