AKAR dan Kampoeng Lukis Tundagan, Sukses Gelar Studi Ekologis dan Lomba Daur Ulang
KARTINI (Kuningan)— Komunitas Anggota Muda AKAR Kaliandra Guranteng (KALIGURA) Angkatan IX bekerja sama dengan Kelas Melukis Kampoeng Lukis Tundagan sukses menggelar kegiatan penutupan “Pengembaraan Studi Ekologis Masyarakat Desa Tundagan” di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Sabtu (25/10/2025) bertempat di Aula Bale Desa Tundagan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang memadukan edukasi lingkungan, seni, dan riset ekologi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu:
- Pengelolaan Sampah dan Air — edukasi dan praktik langsung mengenai daur ulang sampah rumah tangga, pengelolaan air bersih, serta peningkatan kesadaran menjaga mata air.
- Seni dan Kebudayaan — pameran dan kolaborasi seni bersama anak-anak desa yang difasilitasi oleh Kelas Melukis Kampoeng Lukis Tundagan.
- Observasi Konflik Macan Tutul dengan Masyarakat — pengenalan kepada masyarakat dan siswa tentang pentingnya konservasi satwa liar, khususnya macan tutul Jawa sebagai predator utama dalam rantai ekosistem hutan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam rangkaian acara ini adalah Lomba Gelar Karya dari Sampah, yang diikuti oleh anak-anak dari SD Negeri Tundagan dan SD Negeri Buni Geulis.
Para peserta yang tergabung dalam Kelas Melukis Kampoeng Lukis Tundagan menampilkan berbagai hasil karya kreatif berbahan dasar limbah, seperti miniatur rumah, robot dari botol plastik, dan karya seni bertema lingkungan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sarana edukatif bagi anak-anak untuk memahami pentingnya daur ulang dan pemanfaatan kembali barang bekas menjadi produk bernilai seni.
Kepala Desa Tundagan, Sanudi, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada Komunitas AKAR dan Kampoeng Lukis Tundagan atas terselenggaranya kegiatan positif ini.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Anak-anak menjadi lebih kreatif, mandiri, dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di Desa Tundagan,” ujarnya.
Ketua Pelaksana, Esa Chandra Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembaraan sosial-ekologis AKAR yang rutin diadakan untuk melatih anggota muda agar peka terhadap isu lingkungan dan sosial masyarakat.

“Melalui kerja sama dengan Kampoeng Lukis Tundagan, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Anak-anak adalah agen perubahan masa depan, dan lewat kegiatan ini mereka belajar mencintai alam melalui karya,” ungkapnya.
Ketua Umum AKAR, Rizki Rama Eka (Cegol), dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan pengabdian.
“Pengembaraan ini adalah wadah untuk belajar bersama masyarakat dan alam. Kami berharap anggota muda AKAR mampu menjadi generasi yang tangguh, peduli sosial, dan memiliki kesadaran ekologis tinggi,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi dan lembaga, antara lain:
- Sekretaris Camat Kecamatan Hantara
- Perwakilan Bappeda Kabupaten Kuningan
- Babinsa Kecamatan Hantara
- Perhutani Kuningan
- Dinas Kehutanan Kabupaten Kuningan
- Peneliti Karnivor Jawa
- Anggota senior AKAR
- Aparatur Desa Tundagan
Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan lintas sektor terhadap upaya edukasi dan konservasi lingkungan yang dilakukan oleh komunitas muda dan masyarakat desa.
Rasa haru terlihat dari Mentor Kampung lukis H. Sulyaman (Mang Tulak) yang menyampaikan rasa bangganya, “Gak nyangka karya anak-anak kelas melukis diapresiasi sebaik ini. Dengan adanya gelar Karya ini seperti halnya mini pameran, memotivasi anak-anak untuk belajar lebih baik lagi.”
Melalui kolaborasi antara Komunitas AKAR dan Kelas Melukis Kampoeng Lukis Tundagan, kegiatan ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian sumber daya air.
- Mendorong lahirnya generasi muda kreatif yang peduli lingkungan melalui media seni dan budaya.
- Menguatkan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan lembaga penelitian dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan secara menyenangkan, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat. (vr)










